Title : Last Gift // PART 1A
Author : EVERG
LEGHT : ONESHOOT
Main Cast :
·
Cho Kyuhyun
·
SeoHyun
Genre : Angst, Romance
WARNING :
ABAL-ABAL, DON’T
LIKE DON’T READ
DISCLAIMER :
Karakter tokoh
tidak sesuai aslinya. Hanya berupa hasil imajinasi author. Seluruh hak cipta
penulisan karakter, alur dalam cerita yang tertulis asli milik author.
NOTE !!!
Cerita ini hanya fiktif belaka. Bila ada karakter
idol kalian yang tidak biasa itu karena tunturan peran :p. Jangan marah ke
author.. marah saja ke orang lain di samping anda Hehehe
RCL Please
HAPPY READING
^^^
LAST GIFT
Aku tak pernah mengatakan bahwa aku
mencintai. Aku mencintaimu, aku membutuhkanmu, aku merindukanmu setiap detiknya
atau aku bernafas karenamu, tak pernah terucap dari bibirku. Walaupun
kenyataannya jantungku berdetak dengan cepat saat kau ada di sampingku.
Walaupun hatiku terus memaksaku untuk mengungkapkannya tapi bibrku tetap
tertutup, membeku.
^^;
23
Maret 1969
Kyuhyun memandang pantulan wajahnya
dincermin, tersenyum. Lebih tepanya tersenyum miris. Melihat bayangannya
memakai seragan tentara, tas besar yang harus dibawanya, dan kepalanya yang
dicukur habis. Dia harus pergi, pergi berperang untuk melindungi negaranya.
Meninggalkan keluarga dan wanita yang
dicintainya.
Kyuhyun menghela nafasnya panjang
kemudian mengambil tasnya dan meletakkannya di pangkuan. Mengecek barang yang
harus dibawa satu persatu. Tangannya terhenti saat melihat sebuah bingkai foto
di meja. Foto dirinya dengan wanita yang dicintainya itu, Seohyun.
Saat melihat foto itu rasanya Kyuhyun
ingin kabur. Dia sungguh tak ingin pergi tapi negaranya sangat membutuhkannya.
Dia orang biasa namun wajib militer membuatnya harus ikut berperang. Demi
apapun Kyuhyun membenci perang. Karena pasti akan ada perpisahan yang terjadi
tanpa pernah dinginkan. Karena dia belum mengataka kata itu. Kata bahwa dia
sangat mencintai Seohyun.
“Aku mencintaimu,” ucap Seohyun saat
mereka waktu itu selesai melakukan foto bersama untuk lomba foto pasangan.
Lomba yang didaftarkan oleh teman-temannya tanpa mereka tau.
“Aku...aku..”
“Tak usah mengatakan apapun.” Seohyun
tersenyum. “Aku tau, kau sangat mencintaiku. Aku bisa melihatnya dan itu lebih
dari kata yang terucap dari bibirmu.” Kyuhyun pun tersenyum lalu menggenggam
erat tangan Seohyun sambil terus melangkah pulang. Seohyun tersenyum melihat
tangannya digenggam erat Kyuhyun.
Kyuhyun pun memasukan foto itu ke dalam
tasnya, memakai tas itu di bahunya lalu perlahan menuruni tangga menuju ruang
tengah. Saat kakinya hendak menginjak anak tangga terakhir, Kyuhyun seperti
lupa caranya tersenyum. Padahal sudah sejak pagi dia belajar untuk menampilkan
wajah cerah dan senyum yang manis.
Setidaknya untuk membuat keluarganya
tak khawatir dan sedih. Kyuhyun tak mau menciptakan perasaan itu hari ini.
Kyuhyun tak mau kepergiannya mmembuat orang disekelilingnya menjadi sedih.
Membuat langkahnya semakin berat.
Kyuhyun memandangi wajah Appa, Umma dan
dua adiknya satu persatu. Walaupun Appanya tidak menangis seperti apa yang
dilakukan Umma dan dua adiknya tapi Kyuhyun bisa melihat wajah khawatir itu.
Ah, Appa yang tak pernah akur dengannya. Appa yang selalu beradu argumen bahkan
tentang hal sepele seklipun. Betapa Kyuhyun akna merindukan pertengkaran dengan
Appanya nanti.
“Berhati-hatilah, jaga dirimu
baik-baik. Jadilah orang yang kuat. Dan berjanjilah untuk bertahan dan kembali.
Dengar itu!” Appanya memeluk Kyuhyun erat. “Andai Appa tidak sakit-sakitan,
Appa saja yang pergi bukan kau.”
Kyuhyun melepas pelukannya, “Tidak
apa-apa ini sudah kewajibanku sebagai anak tertua. Appa jaga saja Umma dan
adik-adikku. Maafkan aku belum bia menjadi anak yang membanggakan dan
membahagiakan Appa. Doakan aku,” Appanya mengangguk dan menepuk bahu Kyuhyun
pelan.
“Umma.” Ummanya yang sejak tadi
menangis langsung memeluk Kyuhyun erat. Kyuhyun dapat merasakan bajunya basah
sekarang. Sungguh Kyuhyun ingin mengungkapkan betapa besar rasa cintanya pada
wanita di hadapannya ini. Wanita yang sudah melahirkan dan membesarkannya
hingga sekarang.
“Umma jangan menangis, aku mohon.”
Hanya kalimat itu yang meluncur lancar dari mulutnya. Terkadang Kyuhyun
menyesal mengapa tak dilahirkan menjadi orang
yang tak mudah mengatakan apa yang dirasakannya saat ini.
Ummanya memegang tangan Kyuhyun erat,
“bagaimana kalau kita lari saja? Lari ke perbukitan jadi mereka akan sulit
menemukan kita dan kau tak perlu pergi.”
Tangan Kyuhyun yang sedang menghapus
air mata Ummanya tiba-tiba terhenti, “Umma ayolah, itu akan membahayakan kita.”
Sungguh Umma aku sangat ingin melakukannya. Aku ingn kabur dan bersembunyi tapi
aku tak mungkin lari dari tanggung jawabku.
“Tapi Umma tak ingin kau pergi. Umma
takut kau akan mati di sana. Umma takut umma tak akan melihatmu lagi!” Ummanya
pun menangis lebih keras.
“umma apa yang kau katakan! Tidak akan
terjadi apa-apa pada anak kita. Dia akan kembalikadi kita, Bu.” Appa Kyuhyun
pun memeluk istrinya.
“Ya, bu. Aku pasti akan kembali.”
Walaupun aku tak janji untuk hal itu, ucap Kyuhyun dalam hati. Kyuhyun pun
beralih pada kedua adiknya kemudian memeluk mereka. “Jaga diri kalian dan
jangan nakal. Tak akan ada lagi saat dimarahi Appa.”
“Aku pamit. Appa, Umma doakan aku.”
“Ya, hati-hati. Maaf kami tak bisa
mengantarmu.” Jawab Appanya, Kyuhyun megangguk. Wajahnya memandang wajah
Ummanya sedih, Umma aku akan merindukanmu. Kyuhyun pun melangkah meninggalkan
rumahnya, menaiki kendaraan yang akan membawanya ke stasiun, sebelum akhirnya
akan mengiriminya ke perbatasan.
Suasana stasiun sungguh ramai, dipenuhi
para keluarga yang melepaskan anggota keluarganya yang bernasib sama seperti
Kyuhyun. Dan kesedihan itu menyeruak ke mana-mana. Apakah aku bisa kembali?
Pertanyaan besar itu yang menyeruak di pikirannya.
Kyuhyun kembali mencari sosok itu di
kerumunan orang-orang. Sosok terakhir yang ingin ditemuinya. Nmun sepertinya
sosok itu tak akan datang. “Syukurlah, kau tak datang. Jadi kau tak akan
membuatku ingin berhenti dan kembali. Jaga dirimu baik-baik. Maaf aku belum
mengatakan kata itu.” Kyuhyun tersenyum dan melangkah menuju keretanya.
Langkah kaki Kyuhyun yang sudah hendak
memasuki pintu kereta terhenti saat ada tangan yang memegang lengannya. Kyuhyun
berbalik, matanya terbelalak dan segera memeluk orang di hadapannya itu.
“Kyuhyun, syukurlah aku masih sempat.
Sarung tangan ini belum selesai aku rajut jadi aku menyelesaikannya dulu.”
“Tidak apa. aku senang kau datang.
Awalnya aku berharap kau tidak datang, Seohyun.”
Seohyun yang sedang memasangkan sarung
tangan ke tangan Kyuhyun terhenti, “Kenapa? Kenapa kau tak ingin aku datang?”
“Karena kau akan membuatku ragu dan
bisa saa aku kabur dari sini. aku sungguh tak ingin berpisah.”
“Hei, mengapa kau menjadi pengecut
seperti ini? Kau harus bangga mendapatkan kesempatan untuk melindungi negaramu.
Itu hal yang membanggakan. Aku pun sedih dan rasanya berat melepaskanmu pergi.
Tapi aku harus, dan aku akan selalu mendoakanmu.”
“Kau akan sendirian, tak ada yang bisa
melindungimu. Carilah pria lain yang lebih baik dari aku. Yang bisa
melindungimu lebih dari aku. Dan bisa menyatakan berUmma kata cinta untukmu.
Carilah pria lain yang bisa memberikan apa yang tak bisa aku berikan padamu.
Aku rela, Seohyun, ” Ucap Kyuhyun sambil mengelus kepala Seohyun.
“Aku akan menuggumu.” Kyuhyun terkejut
mendengarnya. “Asal kau berjanji akan kembali, aku akan menunggumu sampai
kapanpun. Walaupun pria lain bisa memberikan apa yang kau tak bisa berikan
untukku tapi pria lain itu tak bisa memberikan apa yang kau berikan. Jadi
jangan pinta aku untuk mencintai orang lain. Kau membuatku sedih.”
Kyuhyun pun memeluk Seohyun erat.
Kepalanya memerintahkan untuk mengatakan kalimat itu tapi mulutnya tetap
tertutup rapat. Aku mencintaimu Seohyun, sangat mencintaimu. “Terima kasih. Kau
yang terbaik.” Tuhan, sekali ini saja. Buatlah kalimat itu tak hanya bisa aku
teriakkan di dalam hatiku.
“Aku juga mencintaimu.”
“EH?”
“Kau ingin mengatakan aku mencintaimu Seohyun.
Benar, kan? Maka itu aku menjawab aku juga mencintaimu.” Mereka berdua tertawa.
“Aku memiliki hadiah untukmu.” Kyuhyun
mengambil sebuah kalung dari tasnya dan memakaikannya di leher Seohyun. “Kalung
yang sama seperti punyaku.” Kyuhyun menunjukkan kalung yang juga dipakainya.
“Ini cincin?” Seohyun heran melihat
bandul kalung itu adalah cincin bertuliskan nama Kyuhyun.
“Ini cincin pernikahan kita. Jagalah
cincin itu sampai aku kembali dan memakaikannya di jarimu. Kau bersedia menjadi
istriku?”
“TENTU! TENTU SAJA!” Seohyun memeluk
Kyuhyun dan menangis. Air mata yang sejak tadi ditahannya mengalir begitu saja.
Sungguh Tuhan, lindungi Kyuhyun untukku. “Aku mencintaimu sungguh! Kau selalu
bisa menunjkkan betapa besar rasa cintamu melebihi arti kata itu sendiri. Jaga
kesehatanmu dan berjanjilah untuk kembali.”
TEBECE
PPYONG~




Tidak ada komentar:
Posting Komentar