.showpageArea a { text-decoration:underline; } .showpageNum a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageNum a:hover { border: 1px solid #cccccc; background-color:#cccccc; } .showpagePoint { color:#333; text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; background: #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageOf { text-decoration:none; padding:3px; margin: 0 3px 0 0; } .showpage a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; padding:3px; } .showpage a:hover { text-decoration:none; } .showpageNum a:link,.showpage a:link { text-decoration:none; color:#333333; }

Flash Labels by Way2Blogging

Sabtu, 12 April 2014

[ONESHOOT] LAST GIFT // PART 1 A





Title           : Last Gift // PART 1A

Author        : EVERG

LEGHT        : ONESHOOT

Main Cast    :
·         Cho Kyuhyun

·         SeoHyun

Genre         : Angst, Romance

WARNING    :
ABAL-ABAL, DON’T LIKE DON’T READ

DISCLAIMER      :
Karakter tokoh tidak sesuai aslinya. Hanya berupa hasil imajinasi author. Seluruh hak cipta penulisan karakter, alur dalam cerita yang tertulis asli milik author.

NOTE !!!
Cerita ini hanya fiktif belaka. Bila ada karakter idol kalian yang tidak biasa itu karena tunturan peran :p. Jangan marah ke author.. marah saja ke orang lain di samping anda Hehehe

RCL Please

HAPPY READING
^^^

LAST GIFT

Aku tak pernah mengatakan bahwa aku mencintai. Aku mencintaimu, aku membutuhkanmu, aku merindukanmu setiap detiknya atau aku bernafas karenamu, tak pernah terucap dari bibirku. Walaupun kenyataannya jantungku berdetak dengan cepat saat kau ada di sampingku. Walaupun hatiku terus memaksaku untuk mengungkapkannya tapi bibrku tetap tertutup, membeku.

^^;

23 Maret 1969

Kyuhyun memandang pantulan wajahnya dincermin, tersenyum. Lebih tepanya tersenyum miris. Melihat bayangannya memakai seragan tentara, tas besar yang harus dibawanya, dan kepalanya yang dicukur habis. Dia harus pergi, pergi berperang untuk melindungi negaranya. Meninggalkan  keluarga dan wanita yang dicintainya.

Kyuhyun menghela nafasnya panjang kemudian mengambil tasnya dan meletakkannya di pangkuan. Mengecek barang yang harus dibawa satu persatu. Tangannya terhenti saat melihat sebuah bingkai foto di meja. Foto dirinya dengan wanita yang dicintainya itu, Seohyun.

Saat melihat foto itu rasanya Kyuhyun ingin kabur. Dia sungguh tak ingin pergi tapi negaranya sangat membutuhkannya. Dia orang biasa namun wajib militer membuatnya harus ikut berperang. Demi apapun Kyuhyun membenci perang. Karena pasti akan ada perpisahan yang terjadi tanpa pernah dinginkan. Karena dia belum mengataka kata itu. Kata bahwa dia sangat mencintai Seohyun.

“Aku mencintaimu,” ucap Seohyun saat mereka waktu itu selesai melakukan foto bersama untuk lomba foto pasangan. Lomba yang didaftarkan oleh teman-temannya tanpa mereka tau.

“Aku...aku..”

“Tak usah mengatakan apapun.” Seohyun tersenyum. “Aku tau, kau sangat mencintaiku. Aku bisa melihatnya dan itu lebih dari kata yang terucap dari bibirmu.” Kyuhyun pun tersenyum lalu menggenggam erat tangan Seohyun sambil terus melangkah pulang. Seohyun tersenyum melihat tangannya digenggam erat Kyuhyun.

Kyuhyun pun memasukan foto itu ke dalam tasnya, memakai tas itu di bahunya lalu perlahan menuruni tangga menuju ruang tengah. Saat kakinya hendak menginjak anak tangga terakhir, Kyuhyun seperti lupa caranya tersenyum. Padahal sudah sejak pagi dia belajar untuk menampilkan wajah cerah dan senyum yang manis.

Setidaknya untuk membuat keluarganya tak khawatir dan sedih. Kyuhyun tak mau menciptakan perasaan itu hari ini. Kyuhyun tak mau kepergiannya mmembuat orang disekelilingnya menjadi sedih. Membuat langkahnya semakin berat.

Kyuhyun memandangi wajah Appa, Umma dan dua adiknya satu persatu. Walaupun Appanya tidak menangis seperti apa yang dilakukan Umma dan dua adiknya tapi Kyuhyun bisa melihat wajah khawatir itu. Ah, Appa yang tak pernah akur dengannya. Appa yang selalu beradu argumen bahkan tentang hal sepele seklipun. Betapa Kyuhyun akna merindukan pertengkaran dengan Appanya nanti.

“Berhati-hatilah, jaga dirimu baik-baik. Jadilah orang yang kuat. Dan berjanjilah untuk bertahan dan kembali. Dengar itu!” Appanya memeluk Kyuhyun erat. “Andai Appa tidak sakit-sakitan, Appa saja yang pergi bukan kau.”

Kyuhyun melepas pelukannya, “Tidak apa-apa ini sudah kewajibanku sebagai anak tertua. Appa jaga saja Umma dan adik-adikku. Maafkan aku belum bia menjadi anak yang membanggakan dan membahagiakan Appa. Doakan aku,” Appanya mengangguk dan menepuk bahu Kyuhyun pelan.

“Umma.” Ummanya yang sejak tadi menangis langsung memeluk Kyuhyun erat. Kyuhyun dapat merasakan bajunya basah sekarang. Sungguh Kyuhyun ingin mengungkapkan betapa besar rasa cintanya pada wanita di hadapannya ini. Wanita yang sudah melahirkan dan membesarkannya hingga sekarang.

“Umma jangan menangis, aku mohon.” Hanya kalimat itu yang meluncur lancar dari mulutnya. Terkadang Kyuhyun menyesal mengapa tak dilahirkan menjadi orang  yang tak mudah mengatakan apa yang dirasakannya saat ini.

Ummanya memegang tangan Kyuhyun erat, “bagaimana kalau kita lari saja? Lari ke perbukitan jadi mereka akan sulit menemukan kita dan kau tak perlu pergi.”

Tangan Kyuhyun yang sedang menghapus air mata Ummanya tiba-tiba terhenti, “Umma ayolah, itu akan membahayakan kita.” Sungguh Umma aku sangat ingin melakukannya. Aku ingn kabur dan bersembunyi tapi aku tak mungkin lari dari tanggung jawabku.

“Tapi Umma tak ingin kau pergi. Umma takut kau akan mati di sana. Umma takut umma tak akan melihatmu lagi!” Ummanya pun menangis lebih keras.

“umma apa yang kau katakan! Tidak akan terjadi apa-apa pada anak kita. Dia akan kembalikadi kita, Bu.” Appa Kyuhyun pun memeluk istrinya.

“Ya, bu. Aku pasti akan kembali.” Walaupun aku tak janji untuk hal itu, ucap Kyuhyun dalam hati. Kyuhyun pun beralih pada kedua adiknya kemudian memeluk mereka. “Jaga diri kalian dan jangan nakal. Tak akan ada lagi saat dimarahi Appa.”

“Aku pamit. Appa, Umma doakan aku.”

“Ya, hati-hati. Maaf kami tak bisa mengantarmu.” Jawab Appanya, Kyuhyun megangguk. Wajahnya memandang wajah Ummanya sedih, Umma aku akan merindukanmu. Kyuhyun pun melangkah meninggalkan rumahnya, menaiki kendaraan yang akan membawanya ke stasiun, sebelum akhirnya akan mengiriminya ke perbatasan.

Suasana stasiun sungguh ramai, dipenuhi para keluarga yang melepaskan anggota keluarganya yang bernasib sama seperti Kyuhyun. Dan kesedihan itu menyeruak ke mana-mana. Apakah aku bisa kembali? Pertanyaan besar itu yang menyeruak di pikirannya.

Kyuhyun kembali mencari sosok itu di kerumunan orang-orang. Sosok terakhir yang ingin ditemuinya. Nmun sepertinya sosok itu tak akan datang. “Syukurlah, kau tak datang. Jadi kau tak akan membuatku ingin berhenti dan kembali. Jaga dirimu baik-baik. Maaf aku belum mengatakan kata itu.” Kyuhyun tersenyum dan melangkah menuju keretanya.

Langkah kaki Kyuhyun yang sudah hendak memasuki pintu kereta terhenti saat ada tangan yang memegang lengannya. Kyuhyun berbalik, matanya terbelalak dan segera memeluk orang di hadapannya itu.

“Kyuhyun, syukurlah aku masih sempat. Sarung tangan ini belum selesai aku rajut jadi aku menyelesaikannya dulu.”

“Tidak apa. aku senang kau datang. Awalnya aku berharap kau tidak datang, Seohyun.”

Seohyun yang sedang memasangkan sarung tangan ke tangan Kyuhyun terhenti, “Kenapa? Kenapa kau tak ingin aku datang?”

“Karena kau akan membuatku ragu dan bisa saa aku kabur dari sini. aku sungguh tak ingin berpisah.”

“Hei, mengapa kau menjadi pengecut seperti ini? Kau harus bangga mendapatkan kesempatan untuk melindungi negaramu. Itu hal yang membanggakan. Aku pun sedih dan rasanya berat melepaskanmu pergi. Tapi aku harus, dan aku akan selalu mendoakanmu.”

“Kau akan sendirian, tak ada yang bisa melindungimu. Carilah pria lain yang lebih baik dari aku. Yang bisa melindungimu lebih dari aku. Dan bisa menyatakan berUmma kata cinta untukmu. Carilah pria lain yang bisa memberikan apa yang tak bisa aku berikan padamu. Aku rela, Seohyun, ” Ucap Kyuhyun sambil mengelus kepala Seohyun.

“Aku akan menuggumu.” Kyuhyun terkejut mendengarnya. “Asal kau berjanji akan kembali, aku akan menunggumu sampai kapanpun. Walaupun pria lain bisa memberikan apa yang kau tak bisa berikan untukku tapi pria lain itu tak bisa memberikan apa yang kau berikan. Jadi jangan pinta aku untuk mencintai orang lain. Kau membuatku sedih.”

Kyuhyun pun memeluk Seohyun erat. Kepalanya memerintahkan untuk mengatakan kalimat itu tapi mulutnya tetap tertutup rapat. Aku mencintaimu Seohyun, sangat mencintaimu. “Terima kasih. Kau yang terbaik.” Tuhan, sekali ini saja. Buatlah kalimat itu tak hanya bisa aku teriakkan di dalam hatiku.

“Aku juga mencintaimu.”

“EH?”

“Kau ingin mengatakan aku mencintaimu Seohyun. Benar, kan? Maka itu aku menjawab aku juga mencintaimu.” Mereka berdua tertawa.

“Aku memiliki hadiah untukmu.” Kyuhyun mengambil sebuah kalung dari tasnya dan memakaikannya di leher Seohyun. “Kalung yang sama seperti punyaku.” Kyuhyun menunjukkan kalung yang juga dipakainya.

“Ini cincin?” Seohyun heran melihat bandul kalung itu adalah cincin bertuliskan nama Kyuhyun.

“Ini cincin pernikahan kita. Jagalah cincin itu sampai aku kembali dan memakaikannya di jarimu. Kau bersedia menjadi istriku?”

“TENTU! TENTU SAJA!” Seohyun memeluk Kyuhyun dan menangis. Air mata yang sejak tadi ditahannya mengalir begitu saja. Sungguh Tuhan, lindungi Kyuhyun untukku. “Aku mencintaimu sungguh! Kau selalu bisa menunjkkan betapa besar rasa cintamu melebihi arti kata itu sendiri. Jaga kesehatanmu dan berjanjilah untuk kembali.”

TEBECE

PPYONG~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar