Title : Last Gift // PART 1B
Author : EVERG
LEGHT : ONESHOOT
Main Cast :
·
Cho Kyuhyun
·
Seohyun
Genre : Maunya sih Angst, Romance
WARNING :
Abal-abal, don’t
like don’t read
DISCLAIMER :
Karakter tokoh
tidak sesuai aslinya. Hanya berupa hasil imajinasi author. Seluruh hak cipta
penulisan karakter, alur dalam cerita yang tertulis asli milik author.
NOTE !!!
Cerita ini hanya fiktif belaka. Bila ada karakter
idol kalian yang tidak biasa itu karena tunturan peran :p. Jangan marah ke
author.. marah saja ke orang lain di samping anda Hehehe
RCL Please
HAPPY READING
^^^
Part sebelumnya
LAST GIFT
PART 1 B
Kyuhyun menghapus air mata Seohyun
tanpa menjawab apapun. Dia takut dia tak bisa menepati janjinya. “Aku harus
pergi,” ucap Kyuhyun sambil melihat teman-teman seperjuangannya yang sudah
memasuki kereta. “Kau juga harus melakukan hal yang sama untukku. Bertahanlah
hidup sampai aku pulag dan kita menikah.” Seohyun hanya mengangguk lalu Kyuhyun
pun berjaan memasuki kereta. Kyuhyun melambaikan tangan pada Seohyun yang terus
menghapus air matanya.
Kyuhyun menyandarkan kepalanya di
jendea kereta. Kereta memang membawa tubuhnya pergi tapi tidak untuk pikiran
dan hatinya. Kini Kyuhyun menangis. Apakah pernikahan itu benar-benar akan
terjadi? Apakah aku akan kembali lagi? Tuhan, apa yang akan kau takdirkan
setelah ini? Tapi sampai kapanpun nama itu tak akan pernah terhapus walaupun
hidupku berakhir.
^^;
20
Juni 1967
Ini adalah hari di mana kisah cinta
Kyuhyun dan Seohyun dimulai. Tanggal dimana Kyuhyun memberanikan dirinya untuk
mengakui perasaannya di hadapan Seohyun. Menyatakan cinta yang sudah 4 tahun
dipendamnya. Dan berhenti menjadi seseorang
misterius yang selalu menolong dan melindungi Seohyun diam-diam.
“Aku mencintaimu Seohyun. Alu akan
menjadi orang yang membahagiakanmu, melindungimu dan selalu setia padamu.
Walaupun aku tak selalu bisa sehangat matahari, sesejuk angin dan sesetia malam
pada bintang. Tapi aku akan berusaha menjadi yang terbaik untukmu. Maukah kau
menjadi yeojachinguku?” Kyuhyun membaca setiap kalimat yang sudah ditulisnya
pada selembar kertas. Kyuhyun sudah berlatih mengatakannya selama sebulan.
Mengatakan hal yang manis dan romantis sangat sulit untuknya. Dan menurut
temannya yeoja sangat menyukai hal yang romantis. Untuk itu dia berlatih sangat
keras.
Namun usahanya selama sebulan sia-sia.
Semua yang sudah dilatihnya tak ada satupun yang menempel di otaknya. Yang
keluar dari mulutnya hanya, “Seohyun aku sudah mengenalmu sejak lama. Dan aku
tak tau mengapa wajah, senyum dan segala tentangmu selalu berada di otakku dan
membuat aku rindu. Kadang aku berfikir aku sepertinya sudah gila karena tak
berhenti memikirkanmu. Aku binggung, aku tak tau harus bagaimana. Maukah kau
menjadi yeojachinguku? Setidaknya saat kau enjadi milikku aku akan berhenti
memiliki keinginan untuk membunuh para namja yang berani mendekatimu. ARHGGGGHHH!
Aku berbicara apa!”
Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi.
Sudahlah, pasti Seohyun akan menolaknya. Tapi apa, Seohyun malah menganggukkan
kepalanya, “Nado, saranghae.” Kyuhyun pun menampar pipinya berkali-kali,
meyakinkan ini bukan mimpi. Bahagianya karena Seohyun kini miliknya.
^^;
04
Agustus 1972
Peperangan semakin berlangsung panjang.
Musuh kian kuat sedangkan para tentara mulai kehabisan persenjataan dan para
pasukan. Entah sudah berapa banyak jiwa yang gugur. Dan telah berapa banyak air
mata yang tumpah saat para keluarga tau mereka kehilangan anggota keluarganya.
Dan buku jurnal Kyuhyun sudah penuh
dengan berbagai tulisannya. Tentang kerinduan, harapan, ketakutan bahkan
tentang kematian yang seakan ingin menjemputnya setiap saat.ditulisnya disela
istirahat yang bisa dibilang sangat sempit. Kyuhyun lelah, sungguh! Kapan ini
berhenti, Tuhan?
Tubuh Kyuhyun mulai mengurus. Timnya
dan mungkin tim yang lain pun merasakan hal yang sama, kelaparan. Mereka
kehabisan bahan makanan sedangkan mereka harus tetap berjalan dan fokus
terhadap serangan musuh. Sungguh mereka tak mau mati, ingin hidup untuk kembali
pulang. Untuk itu mereka memakan apapun yang bisa mereka makan yang ditemuinya
di perjalanan walaupun harus memakannya mentah.
Kyuhyun sudah tak sanggup, badannya
sudah sangat lemas. Maaf, sepertinya aku tidak bisa menepati janji untuk
kembali. Tergambar keluarga dan Seohyun yang sedang menyambut kedatangannya.
Bohong kalau dia tak sedih. Andai bisa menghentikan waktu, Kyuhyun ingin
kembali. Memperbaiki semuanya, banyak hal yang belum diberikannya untuk
keluarganya. Dan satu hal untuk Seohyun yang belum dilakukannya.
Setidaknya kalau semuanya sudah dia
berikan, mati sekarang pun dia tak kan menyesal. Sungguh banyak sekali kenangan
yang dilewatunya sia-sia. Jika dilahirkan kembali Kyuhyun ingin menjadi orang
yang lebih baik. Menjadi orang yang bisa menampilkan dengan bebas apa yang
dirasakan sebenarnya. Dan tetap ingin hatinya diisi oleh Seohyun saja.
“Kyuhyun, awas!” Peringatan temannya
tak dipedulikannya. Kyuhyun masih terlena dengan halusinasi yang dibuatnya.
Dimana dia sedang dipeluk Ummanya, hangat. Tanpa tau bahwa darah hangat
mengalir dari dadanya. “Kyu, kau tak apa? Ya, Tuhan! Kau tertembak!” terdengar
tembakan di mana-mana.
“Pegilah! Aku ingin istirahat
sebentar.”
“Tidak, kau terluka!”
“PERGI!” Temannya itu pun berlari meninggalkan Kyu. “Pergilah, kalau tidak kau
akan terbunuh. Umma..” Kyu tersenyum melihat Umma dan Seohyun berada di
sampingnya memintanya untuk bangun. “Tidak aku tidak bisa bangun. Aku
tertembak. Maaf, aku tak bisa memenuhi janjiku.” Kyuhyun menangis.
Dengan menahan sakit Kyuhyun
menggerakkantangan kanannya untuk mengambil kalungnya, menriknya hingga
terlepas. Menggengam cincin bertuliskan nama Seohyun dan menempelkannya pada dadanya
yang tertembak. Detak jantung Kyu pun perlahan melemah. Kyuhyun menutup matanya
sambil mengingta kenangan yang dilaluinya bersama Seohyun.
Seandainya duniaku berhenti saat ini
juga, aku akan merelakannya. Aku akan membawa semua kenangan tentangmu. Orang
yang paling aku cintai di dunia ini. Nama yang sampai kapanpun tak akan pernah
terhapus oleh apapun walau hidupku berakhir sekalipun. Cinta untukmu tak kan
berakhir.
“Aku mencintaimu.” Jantung Kyuhyun pun
berhenti.
^^^
4
Agustus 1972 at Togo Town
Kekacauan terjadi di mana-mana. Bom
yang mrnghancurkan gedung-gedung, tembakan, dan suara tembakan juga tangis
terdengar di mana-mana. Tapi bagi Seohyun kotanya masih tenang seperti
biasanya. Seohyun sedang merajut jaket musim dingin untuk Kyuhyun. Musim dingin
akan segera tiba. Entah sudah berapa banyak baju dan sarung tangan yang dia
rajut. Sambil sesekali menghapus air matanya dan menggenggam erat kalung
pemberian Kyuhyun. Dimana ada cincin bertuliskan nama Kyuhyun di sana.
“Seohyun ayo kita pergi! Tentara musuh
sudah mendekati rumah kita!” teriak Ummanya sambil memasukkan barang-barang
mereka ke dalam tas. Seohyun masih terus merajut. “Apa yang kau lakukan! Ayo,
pergi!” Ummanya membuang rajutan Seohyun dan menariknya.
“Tidak, aku akn tetap di sini! Aku akan
menunggu Kyuhyun pulang. Aku sudah berjanji akan menunggunya.” Seohyun
melepaskan genggaman Ummanya dengan kasar dan mengambil kembali rajutannya,
kembali merajut.
“Kau bodoh? Tidak mungkin dia kembali!
Mungkin juga dia sudah MATI!”
“Tidak! Kyu berjanji akan kembali!”
teriak Seohyun kesetanan. Rindu, Seohyun sangat rindu. Dan rindu itu pula yang
membuatnya bertahan. Walau setiap malam mimpi Kyu tertembak selalu
menghantuinya. Tapi dia percaya Kyu akan pulang dan mereka bisa bersama lagi.
“Ayo, pergi!” Ummanya kembali
membujuknya. Tiba-tiba seseorang menendang pintu rumah Seohyun sampai terbuka
paksa. Menampilkan tiga namja bersenjata. Mata Umma Seohyun terbelalak namun Seohyun
terus merajut.
“Ayo, pergi.” Bisik Ummanya lagi. Dan
DOORR! Seohyun berdiri menghalangi tubuh Ummanya yang hendak ditembak. “Seohyun~!”
“Pergilah, Umma! Aku akan menunggu Kyu
pulang. Cepat!” ketiga tentara itu pun mengejar Umma Seohyun.
Dengan merangkan Seohyun mengumpulkan
semua hasil rajutannya. Kemudian bersandar pada didnding untuk meneruskan
rajutannya yang belum selesai. “Kau harus memakai semua ini saat kau kembali.”
Tersenyum, tak mempedulikan sakit yang mencengkram. Tetesan darah yang mulai
membasahi cincin pada kalungnya,
“Aku juga mencintaimu, aku juga mencintaimu,
aku juga mencintaimu...” kalimat yang berulang-ulang diucapkannya sambil terus
merajut. Sampai tangan itu tak bisa lagi digerakkan, bibirnya menjadi kaku dan
jantungnya berhenti berdetak/ tapi kalimat aku mencintaimu dan aku juga
mencintaimu akan selalu tersebut walau tak terdengar. Mengantarkan mereka pada
tempat paling indah. Dimana tak ada perang dan perpisahan yang mengancam. Hanya
ada kedamaian, cinta dan keabadian.
THE END
BOLEH DI KETIK COMMENTNYA^^
GOMAWO, ANNYEONG




Tidak ada komentar:
Posting Komentar