.showpageArea a { text-decoration:underline; } .showpageNum a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageNum a:hover { border: 1px solid #cccccc; background-color:#cccccc; } .showpagePoint { color:#333; text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; background: #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageOf { text-decoration:none; padding:3px; margin: 0 3px 0 0; } .showpage a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; padding:3px; } .showpage a:hover { text-decoration:none; } .showpageNum a:link,.showpage a:link { text-decoration:none; color:#333333; }

Flash Labels by Way2Blogging

Sabtu, 12 April 2014

[ONESHOOT] LAST GIFT // PART 1B END





Title           : Last Gift // PART 1B

Author        : EVERG

LEGHT        : ONESHOOT

Main Cast   

·         Cho Kyuhyun

·         Seohyun

Genre         : Maunya sih Angst, Romance

WARNING    :
Abal-abal, don’t like don’t read

DISCLAIMER      :
Karakter tokoh tidak sesuai aslinya. Hanya berupa hasil imajinasi author. Seluruh hak cipta penulisan karakter, alur dalam cerita yang tertulis asli milik author.

NOTE !!!
Cerita ini hanya fiktif belaka. Bila ada karakter idol kalian yang tidak biasa itu karena tunturan peran :p. Jangan marah ke author.. marah saja ke orang lain di samping anda Hehehe

RCL Please

HAPPY READING
^^^


Part sebelumnya


LAST GIFT

PART 1 B

Kyuhyun menghapus air mata Seohyun tanpa menjawab apapun. Dia takut dia tak bisa menepati janjinya. “Aku harus pergi,” ucap Kyuhyun sambil melihat teman-teman seperjuangannya yang sudah memasuki kereta. “Kau juga harus melakukan hal yang sama untukku. Bertahanlah hidup sampai aku pulag dan kita menikah.” Seohyun hanya mengangguk lalu Kyuhyun pun berjaan memasuki kereta. Kyuhyun melambaikan tangan pada Seohyun yang terus menghapus air matanya.

Kyuhyun menyandarkan kepalanya di jendea kereta. Kereta memang membawa tubuhnya pergi tapi tidak untuk pikiran dan hatinya. Kini Kyuhyun menangis. Apakah pernikahan itu benar-benar akan terjadi? Apakah aku akan kembali lagi? Tuhan, apa yang akan kau takdirkan setelah ini? Tapi sampai kapanpun nama itu tak akan pernah terhapus walaupun hidupku berakhir.

^^;

20 Juni 1967

Ini adalah hari di mana kisah cinta Kyuhyun dan Seohyun dimulai. Tanggal dimana Kyuhyun memberanikan dirinya untuk mengakui perasaannya di hadapan Seohyun. Menyatakan cinta yang sudah 4 tahun dipendamnya. Dan berhenti menjadi seseorang  misterius yang selalu menolong dan melindungi Seohyun diam-diam.

“Aku mencintaimu Seohyun. Alu akan menjadi orang yang membahagiakanmu, melindungimu dan selalu setia padamu. Walaupun aku tak selalu bisa sehangat matahari, sesejuk angin dan sesetia malam pada bintang. Tapi aku akan berusaha menjadi yang terbaik untukmu. Maukah kau menjadi yeojachinguku?” Kyuhyun membaca setiap kalimat yang sudah ditulisnya pada selembar kertas. Kyuhyun sudah berlatih mengatakannya selama sebulan. Mengatakan hal yang manis dan romantis sangat sulit untuknya. Dan menurut temannya yeoja sangat menyukai hal yang romantis. Untuk itu dia berlatih sangat keras.

Namun usahanya selama sebulan sia-sia. Semua yang sudah dilatihnya tak ada satupun yang menempel di otaknya. Yang keluar dari mulutnya hanya, “Seohyun aku sudah mengenalmu sejak lama. Dan aku tak tau mengapa wajah, senyum dan segala tentangmu selalu berada di otakku dan membuat aku rindu. Kadang aku berfikir aku sepertinya sudah gila karena tak berhenti memikirkanmu. Aku binggung, aku tak tau harus bagaimana. Maukah kau menjadi yeojachinguku? Setidaknya saat kau enjadi milikku aku akan berhenti memiliki keinginan untuk membunuh para namja yang berani mendekatimu. ARHGGGGHHH! Aku berbicara apa!”

Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi. Sudahlah, pasti Seohyun akan menolaknya. Tapi apa, Seohyun malah menganggukkan kepalanya, “Nado, saranghae.” Kyuhyun pun menampar pipinya berkali-kali, meyakinkan ini bukan mimpi. Bahagianya karena Seohyun kini miliknya.

^^;

04 Agustus 1972

Peperangan semakin berlangsung panjang. Musuh kian kuat sedangkan para tentara mulai kehabisan persenjataan dan para pasukan. Entah sudah berapa banyak jiwa yang gugur. Dan telah berapa banyak air mata yang tumpah saat para keluarga tau mereka kehilangan anggota keluarganya.

Dan buku jurnal Kyuhyun sudah penuh dengan berbagai tulisannya. Tentang kerinduan, harapan, ketakutan bahkan tentang kematian yang seakan ingin menjemputnya setiap saat.ditulisnya disela istirahat yang bisa dibilang sangat sempit. Kyuhyun lelah, sungguh! Kapan ini berhenti, Tuhan?

Tubuh Kyuhyun mulai mengurus. Timnya dan mungkin tim yang lain pun merasakan hal yang sama, kelaparan. Mereka kehabisan bahan makanan sedangkan mereka harus tetap berjalan dan fokus terhadap serangan musuh. Sungguh mereka tak mau mati, ingin hidup untuk kembali pulang. Untuk itu mereka memakan apapun yang bisa mereka makan yang ditemuinya di perjalanan walaupun harus memakannya mentah.

Kyuhyun sudah tak sanggup, badannya sudah sangat lemas. Maaf, sepertinya aku tidak bisa menepati janji untuk kembali. Tergambar keluarga dan Seohyun yang sedang menyambut kedatangannya. Bohong kalau dia tak sedih. Andai bisa menghentikan waktu, Kyuhyun ingin kembali. Memperbaiki semuanya, banyak hal yang belum diberikannya untuk keluarganya. Dan satu hal untuk Seohyun yang belum dilakukannya.

Setidaknya kalau semuanya sudah dia berikan, mati sekarang pun dia tak kan menyesal. Sungguh banyak sekali kenangan yang dilewatunya sia-sia. Jika dilahirkan kembali Kyuhyun ingin menjadi orang yang lebih baik. Menjadi orang yang bisa menampilkan dengan bebas apa yang dirasakan sebenarnya. Dan tetap ingin hatinya diisi oleh Seohyun saja.

“Kyuhyun, awas!” Peringatan temannya tak dipedulikannya. Kyuhyun masih terlena dengan halusinasi yang dibuatnya. Dimana dia sedang dipeluk Ummanya, hangat. Tanpa tau bahwa darah hangat mengalir dari dadanya. “Kyu, kau tak apa? Ya, Tuhan! Kau tertembak!” terdengar tembakan di mana-mana.

“Pegilah! Aku ingin istirahat sebentar.”

“Tidak, kau terluka!”

“PERGI!” Temannya itu pun berlari  meninggalkan Kyu. “Pergilah, kalau tidak kau akan terbunuh. Umma..” Kyu tersenyum melihat Umma dan Seohyun berada di sampingnya memintanya untuk bangun. “Tidak aku tidak bisa bangun. Aku tertembak. Maaf, aku tak bisa memenuhi janjiku.” Kyuhyun menangis.

Dengan menahan sakit Kyuhyun menggerakkantangan kanannya untuk mengambil kalungnya, menriknya hingga terlepas. Menggengam cincin bertuliskan nama Seohyun dan menempelkannya pada dadanya yang tertembak. Detak jantung Kyu pun perlahan melemah. Kyuhyun menutup matanya sambil mengingta kenangan yang dilaluinya bersama Seohyun.

Seandainya duniaku berhenti saat ini juga, aku akan merelakannya. Aku akan membawa semua kenangan tentangmu. Orang yang paling aku cintai di dunia ini. Nama yang sampai kapanpun tak akan pernah terhapus oleh apapun walau hidupku berakhir sekalipun. Cinta untukmu tak kan berakhir.

“Aku mencintaimu.” Jantung Kyuhyun pun berhenti.

^^^

4 Agustus 1972 at Togo Town

Kekacauan terjadi di mana-mana. Bom yang mrnghancurkan gedung-gedung, tembakan, dan suara tembakan juga tangis terdengar di mana-mana. Tapi bagi Seohyun kotanya masih tenang seperti biasanya. Seohyun sedang merajut jaket musim dingin untuk Kyuhyun. Musim dingin akan segera tiba. Entah sudah berapa banyak baju dan sarung tangan yang dia rajut. Sambil sesekali menghapus air matanya dan menggenggam erat kalung pemberian Kyuhyun. Dimana ada cincin bertuliskan nama Kyuhyun di sana.

“Seohyun ayo kita pergi! Tentara musuh sudah mendekati rumah kita!” teriak Ummanya sambil memasukkan barang-barang mereka ke dalam tas. Seohyun masih terus merajut. “Apa yang kau lakukan! Ayo, pergi!” Ummanya membuang rajutan Seohyun dan menariknya.

“Tidak, aku akn tetap di sini! Aku akan menunggu Kyuhyun pulang. Aku sudah berjanji akan menunggunya.” Seohyun melepaskan genggaman Ummanya dengan kasar dan mengambil kembali rajutannya, kembali merajut.

“Kau bodoh? Tidak mungkin dia kembali! Mungkin juga dia sudah MATI!”

“Tidak! Kyu berjanji akan kembali!” teriak Seohyun kesetanan. Rindu, Seohyun sangat rindu. Dan rindu itu pula yang membuatnya bertahan. Walau setiap malam mimpi Kyu tertembak selalu menghantuinya. Tapi dia percaya Kyu akan pulang dan mereka bisa bersama lagi.

“Ayo, pergi!” Ummanya kembali membujuknya. Tiba-tiba seseorang menendang pintu rumah Seohyun sampai terbuka paksa. Menampilkan tiga namja bersenjata. Mata Umma Seohyun terbelalak namun Seohyun terus merajut.

“Ayo, pergi.” Bisik Ummanya lagi. Dan DOORR! Seohyun berdiri menghalangi tubuh Ummanya yang hendak ditembak. “Seohyun~!”

“Pergilah, Umma! Aku akan menunggu Kyu pulang. Cepat!” ketiga tentara itu pun mengejar Umma Seohyun.

Dengan merangkan Seohyun mengumpulkan semua hasil rajutannya. Kemudian bersandar pada didnding untuk meneruskan rajutannya yang belum selesai. “Kau harus memakai semua ini saat kau kembali.” Tersenyum, tak mempedulikan sakit yang mencengkram. Tetesan darah yang mulai membasahi cincin pada kalungnya,

“Aku juga mencintaimu, aku juga mencintaimu, aku juga mencintaimu...” kalimat yang berulang-ulang diucapkannya sambil terus merajut. Sampai tangan itu tak bisa lagi digerakkan, bibirnya menjadi kaku dan jantungnya berhenti berdetak/ tapi kalimat aku mencintaimu dan aku juga mencintaimu akan selalu tersebut walau tak terdengar. Mengantarkan mereka pada tempat paling indah. Dimana tak ada perang dan perpisahan yang mengancam. Hanya ada kedamaian, cinta dan keabadian.

THE END


BOLEH DI KETIK COMMENTNYA^^

GOMAWO, ANNYEONG

Tidak ada komentar:

Posting Komentar