Banyak
sekali, mungkin diantara kalian ada yang ingin menjadi seorang penulis. Dari
awalnya hanya sekedar hobi menuangkan berbagai perasaan di sebuah buku catatan,
yang akhirnya lama kelamaan menjadi suatu kebiasaan yang tidak bisa
ditinggalkan. Dilanjutkan dengan ketertarikan untuk mengembangkan tulisannya
untuk diterbitkan. Namun, saat kita
membaca hasil karya orang lain, atau bahkan penulis yang menjadi idola kita,
berbagai perasaan dan pemikiran pun muncul. Bagaimana
bisa ditulis seperti itu? Tulisan aku kayaknya tidak sebagus ini, sepertinya
akan langsung ditolak. Dan berbagai pikiran lainnya.
Sebagai postingan perdana POLIS
[POJOK MENULIS], maka kali ini sharing akan diawali mengenai bagaimana
berpikir sebagai penulis. Berpikir
sebagai penulis? Maksudnya? SO,
CEKIDOT!!!!
“Hanya dengan menulis setiap pagi,
seseorang dapat menjadi penulis. Jika tidak, dia akan tetap seorang amatir
_Gerald Brenan_”
Terkadang kita selalu menerka seperti
apa sih seorang penulis itu? Apa saja hal yang harus dimiliki penulis untuk
bisa menghasilkan tulisan yang “WOW” dan tak mudah dilupakan pembacanya saat
melahap tulisannya. Dan apa yang ada diotak seorang penulis hingga bisa membuat
tulisan seperti itu.
Dari buku “Dari Pada Bete, nulis aja”
dikatakan bahwa menulis tidak hanya duduk di depan komputer, mencorat-coret
buku harian, menyunting paragraf dan kata-kata. Menulis lebih dari itu.
Menjadi penulis, berpikir seperti
penulis, berarti menggabungkan proses kreatif ke seluruh hidupmu. Penulis
Jamaica Kincaid mengatakan bahwa dia selau menulis dalam pikirannya, terutama
saat sedang berkebun,. Jadi dia mengubah ceritanya berkali-kai di kepalanya.
Oleh karena itu menulis adalah proses mengamati, berpikir, menciptakan,
merenungkan lalu menuliskan semuanya.
Menulis bisa menjadi sesuatu yang rutin.
Bisa dengan kegiatan membuat catatan di sebuah secarik kertas untuk membiasakan
menulis. Namun bisa juga kamu menulis karena melimpahnya ide di kepalamu. Jika
menulis sudah menjadi kebiasaaan akan memberi cita rasa terhadap cara pandang
tentang hidup, tentang dunia. Dan hanya dengan cara itulah, kamu akan
benar-benar menjadi seorang penulis.
Ingin menjadi penulis? Maka, menulisnya.
Walaupun kamu merasa takut. Walaupun kamu yakin akan menulis “sampah”. Semakin
sering menulis, semakin sering memandang dirimu sebagai seorang penulis.
Seperti dikatakan penyair Anne Dillardm “Halaman-halaman itu, kekosongan abadi
itu, akan mengajarimu menulis. Kamu belajar dengan melakukan, sebuah kata akan
menuntun ke lebih banyak kata. Kemudian lebih lagi dan lagi.
Mulailah isi halaman kosong. Yang harus
kamu lakukan untuk berpikir jadi penulis adalah mulai menulis.
INGIN
BERPIKIR MENJADI PENULIS? COBA INI :
Untuk memulai, jawablah pertanyaan
berikut ini. Tidak ada jawaban yang “benar” di sini. Bayangkan, dalam setiao
pertanyaan merupakan pintu masuk yang harus dilalui dan periksa apa yang ada di
baliknya. Kejutan apa yang kau temukan?
¶
Mengapa
kamu ingin menulis?
¶
Apakah
kamu menganggap dirimu penulis? Mengapa ya, mengapa tidak?
¶
Mengapa
menulis itu penting?
¶
Manfaat
apa yang kamu dapat dan kamu harapkan dari menulis?
¶
Apa
yang akan kamu dapatkan dari menulis? Apa yang telah dilakukannya untukmu?
¶
Apa
yang paling ingin kamu tulis? Mengapa?
Source : Caryn Mirriam-Goldber. Daripada Bete Nulis Aja! Panduan Nulis Asik
di Mana Saja Kapan Saja.
Berantas plagiarism, cantumkan sumber bahan yang anda
kutip.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar