.showpageArea a { text-decoration:underline; } .showpageNum a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageNum a:hover { border: 1px solid #cccccc; background-color:#cccccc; } .showpagePoint { color:#333; text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; background: #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageOf { text-decoration:none; padding:3px; margin: 0 3px 0 0; } .showpage a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; padding:3px; } .showpage a:hover { text-decoration:none; } .showpageNum a:link,.showpage a:link { text-decoration:none; color:#333333; }

Flash Labels by Way2Blogging

Senin, 17 Maret 2014

[POLIS] // BERPIKIR SEBAGAI PENULIS



     Banyak sekali, mungkin diantara kalian ada yang ingin menjadi seorang penulis. Dari awalnya hanya sekedar hobi menuangkan berbagai perasaan di sebuah buku catatan, yang akhirnya lama kelamaan menjadi suatu kebiasaan yang tidak bisa ditinggalkan. Dilanjutkan dengan ketertarikan untuk mengembangkan tulisannya untuk diterbitkan.  Namun, saat kita membaca hasil karya orang lain, atau bahkan penulis yang menjadi idola kita, berbagai perasaan dan pemikiran pun muncul. Bagaimana bisa ditulis seperti itu? Tulisan aku kayaknya tidak sebagus ini, sepertinya akan langsung ditolak. Dan berbagai pikiran lainnya.

Sebagai postingan perdana  POLIS [POJOK MENULIS], maka kali ini sharing akan diawali mengenai bagaimana berpikir sebagai penulis. Berpikir sebagai penulis? Maksudnya? SO, CEKIDOT!!!!



“Hanya dengan menulis setiap pagi, seseorang dapat menjadi penulis. Jika tidak, dia akan tetap seorang amatir _Gerald Brenan_”

Terkadang kita selalu menerka seperti apa sih seorang penulis itu? Apa saja hal yang harus dimiliki penulis untuk bisa menghasilkan tulisan yang “WOW” dan tak mudah dilupakan pembacanya saat melahap tulisannya. Dan apa yang ada diotak seorang penulis hingga bisa membuat tulisan seperti itu.

Dari buku “Dari Pada Bete, nulis aja” dikatakan bahwa menulis tidak hanya duduk di depan komputer, mencorat-coret buku harian, menyunting paragraf dan kata-kata. Menulis lebih dari itu.

Menjadi penulis, berpikir seperti penulis, berarti menggabungkan proses kreatif ke seluruh hidupmu. Penulis Jamaica Kincaid mengatakan bahwa dia selau menulis dalam pikirannya, terutama saat sedang berkebun,. Jadi dia mengubah ceritanya berkali-kai di kepalanya. Oleh karena itu menulis adalah proses mengamati, berpikir, menciptakan, merenungkan lalu menuliskan semuanya.

Menulis bisa menjadi sesuatu yang rutin. Bisa dengan kegiatan membuat catatan di sebuah secarik kertas untuk membiasakan menulis. Namun bisa juga kamu menulis karena melimpahnya ide di kepalamu. Jika menulis sudah menjadi kebiasaaan akan memberi cita rasa terhadap cara pandang tentang hidup, tentang dunia. Dan hanya dengan cara itulah, kamu akan benar-benar menjadi seorang penulis.

Ingin menjadi penulis? Maka, menulisnya. Walaupun kamu merasa takut. Walaupun kamu yakin akan menulis “sampah”. Semakin sering menulis, semakin sering memandang dirimu sebagai seorang penulis. Seperti dikatakan penyair Anne Dillardm “Halaman-halaman itu, kekosongan abadi itu, akan mengajarimu menulis. Kamu belajar dengan melakukan, sebuah kata akan menuntun ke lebih banyak kata. Kemudian lebih lagi dan lagi.

Mulailah isi halaman kosong. Yang harus kamu lakukan untuk berpikir jadi penulis adalah mulai menulis.

INGIN BERPIKIR MENJADI PENULIS? COBA INI   :
Untuk memulai, jawablah pertanyaan berikut ini. Tidak ada jawaban yang “benar” di sini. Bayangkan, dalam setiao pertanyaan merupakan pintu masuk yang harus dilalui dan periksa apa yang ada di baliknya. Kejutan apa yang kau temukan?
  Mengapa kamu ingin menulis?
  Apakah kamu menganggap dirimu penulis? Mengapa ya, mengapa tidak?
  Mengapa menulis itu penting?
  Manfaat apa yang kamu dapat dan kamu harapkan dari menulis?
  Apa yang akan kamu dapatkan dari menulis? Apa yang telah dilakukannya untukmu?
  Apa yang paling ingin kamu tulis? Mengapa?


Source : Caryn Mirriam-Goldber.  Daripada Bete Nulis Aja! Panduan Nulis Asik di Mana Saja Kapan Saja.


Berantas plagiarism, cantumkan sumber bahan yang anda kutip.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar