TITLE : [CHAPTER] IT’S OK EVEN IF IT HURTS // PART 1
OF 6
AUTHOR : EVERG
GENRE : SAD, ROMANCE, DRAMA
LENGTH : 1 OF 6
RATING : PG-17
MAIN
CAST :
·
KEY SHINee
·
YUI
·
HYEON
WARNING :
DON’T
LIKE DON’T READ, NO COPAS, banyak miss typo
READ my FF and give me your FEEDBACK about this FF
DISCLAIMER :
Karakter tokoh tidak sesuai aslinya. Hanya
berupa hasil imajinasi author. Seluruh hak cipta penulisan karakter, alur dalam
cerita yang tertulis asli milik author.
NOTE !!!
Cerita ini
hanya fiktif belaka. Bila ada karakter idol kalian yang tidak biasa itu karena
tunturan peran :p. Jangan marah ke author.. marah saja ke orang lain di samping
anda Hehehe
HAPPY READING
RCL Please
^^^^
IT’S
OK EVEN IF IT HURTS
PART
1
ALL
YUI POV
Biarkan aku menjadi salah satu bagian di tubuhmu yang sangat penting bagimu.
Tak apa bila aku tak memiliki hati dan cintamu. Asal ada salah satu bagian pada
diriku yang selalu bersamamu. Sampai kau berhenti bernafas nanti.
Aku membuka album foto itu
berulang-ulang. Walaupun air mata ini berhenti menetes, aku tetap membuka
halaman-halaman selanjutnya. Betapa bahagianya saat itu. Betapa aku merindukan
saat itu.
Aku terhenti pada sebuah foto. Berlatar
belakang air terjun yang jatuh sangat
deras. Terlihat di sana tiga manusia kecil yang sedang tersenyum bahagia. Salah, lebih tepatnya dua gadis yang
tersenyum. Karena sang pangeran yang berdiri di tengah-tengah kedua gadis itu
sedang melirik gadis di sebelah kanannya. Tangannya menggenggam erat tangan
gadis itu. Pangeran itu kau dan gadis di
sebelah kanan itu Eonniku, Hyeon.
Pangeran kecil
nan tampan itu kini sudah tumbuh menjadi lelaki dewasa. Namun wajah
tampannya tak hilang sedikitpun. Dia tumbuh menjadi lelaki yang pintar juga
baik bernama Key. Pangeran yang sampai kapanpun tak akan pernah memandangku
sebagai seorang putri. Karena di hatinya hanya akan bertahan satu nama, hanya
Hyeon, Eonniku.
“Yui, kau ada di rumah?” Terdengar
langkah kaki dari pintu depan menuju ke arahku. Buru-buru aku menyimpan album
foto itu ke dalam laci meja. Berlari ke kamar mandi dan mencuci mukaku.
“Ternyata kau ada di sini. aku kira kau
pergi.”
“Sini aku bantu, Umma.”
Seorang wanita kira-kira berusia 50
tahun tersenyum dan mengelus kepalaku lembut. Wajahnya begitu mirip dengan Key Oppa. Tentu saja, karena ia memang Ummanya Key Oppa. Aku meletakkan barang-barang yang baru di beli Umma ke dalam kulkas. Syukurlah, Umma tak menyadari aku habis menangis.
“Key belum pulang?” Ceri Umma meminum teh yang aku buatkan
untuknya sambil matanya melihat ke seluruh isi apartemen. “Kau menata apartemen
ini sangat baik. Key pasti akan sangat menyukainya.”
“Ini juga karena bantuan Hyeon Eonni. Dia yang mengatur semuanya. Aku
hanya membantu membersikan saja.”
“Ya, Hyeon selalu tau apa yang disukai
Key.”
Aku mengikuti langkah Umma yang sedang memeriksa setiap
ruangan. Hatiku bergemuruh mendengar apa yang dikatakan Umma tadi. Aku mengigit bibirku, berusaha menyingkirkan rasa sesak
di dadaku.
“Apa yang kau pikirkan? Wajahmu
terlihat pucat, apa kau kurang sehat?”
Segera aku menggelengkan kepalaku.
“Tidak. Aku hanya sedang berfikir apa Key Oppa
benar-benar mau melakukan ini? Maksudku, pertunangan ini, apa benar-benar dia
menyetujuinya. Karena yang aku tau~”
“Key masih mencintai Hyeon, maksudmu?”
Aku menunduk.
Dadaku makin sesak dibuatnya. Mataku
mulai memanas dan aku takut akan kembali menangis. Aku mengalihkan pandanganku
ke arah lain, menghapus air mataku yang jatuh diam-diam.
Umma menarik tanganku dan membawaku duduk
di sofa. Aku hanya menunduk. Memandang wajah Umma sama saja seperti memandang wajah Key Oppa. Aku tau sampai kapanpun Key Oppa hanya mencintai Hyeon Eonni.
“Dengarkan aku, Key benar-benar
menyetujuinya.” Umma mengangkat
wajahku, matanya terlihat bersungguh-sungguh. Tapi hatiku tetap menyatakan itu
semua tidak benar. “Lagipula Hyeon tak pernah mencintai Key. Buktinya sekarang
Hyeon sudah menikah dengan Juna.” Aku terdiam
“Dan kau pasti bisa lihat sendiri
bagaimana kesungguhan Key saat dia melamarmu? Aku juga kaget dibuatnya. Cinta
Key pada Hyeon hanya cinta anak kecil. Tak usah menganggapnya serius.”
Aku memberi senyuman pada Umma. Itu bukan cinta anak kecil saja Umma. Hyeon Eonni cinta pertama Key Oppa,
sampai kapanpun cinta pertama tak akan pernah dilupakan seseorang bukan?
“Ne, Umma. Aku hanya tak mau semua dilakukan karena keterpaksaan. Aku
bisa tinggal di kota ini sendirian. Tak perlu Key Oppa menjadi tunanganku agar bisa menjagaku.”
“Hilangkan semua pikiran bodoh itu.
Percaya pada Umma, Key sudah tak
mencintai Hyeon.” Umma menepuk
pundakku. “Bukankah kau harus menjemput Key di bandara?
“Hyeon Eonni dan Juna Oppa yang
menjemput Key Oppa. Apartemen ini
belum selesai dibereskan, Umma.”
“Ne, tapi masih ada waktu kau untuk ikut
menjemputnya juga. Kau bisa ikut Umma,
Umma sekarang mau menjemput Key.”
“Tidak usah Umma, lebih baik aku menyiapkan makan malam saja. Key Oppa pasti sangat lapar.” Umma hanya mengangguk dan tersenyum,
mengambil kunci mobilnya dan pergi menunju bandara.
.
.
,
.
.
.
TBC KRONIS
COMMENTNYA
COBA^^
PPYONG~




Tidak ada komentar:
Posting Komentar