.showpageArea a { text-decoration:underline; } .showpageNum a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageNum a:hover { border: 1px solid #cccccc; background-color:#cccccc; } .showpagePoint { color:#333; text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; background: #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageOf { text-decoration:none; padding:3px; margin: 0 3px 0 0; } .showpage a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; padding:3px; } .showpage a:hover { text-decoration:none; } .showpageNum a:link,.showpage a:link { text-decoration:none; color:#333333; }

Flash Labels by Way2Blogging

Minggu, 20 April 2014

[REQ FF] IT’S OK EVEN IF IT HURTS // PART 1

TITLE : [CHAPTER] IT’S OK EVEN IF IT HURTS // PART 1 OF 6

AUTHOR     : EVERG

GENRE        : SAD, ROMANCE, DRAMA

LENGTH      : 1 OF 6

RATING      : PG-17

MAIN CAST                   :
·         KEY SHINee

·         YUI

·         HYEON

WARNING  :
DON’T LIKE DON’T READ, NO COPAS, banyak miss typo
READ my FF and give me your FEEDBACK  about this FF

DISCLAIMER                  :
Karakter tokoh tidak sesuai aslinya. Hanya berupa hasil imajinasi author. Seluruh hak cipta penulisan karakter, alur dalam cerita yang tertulis asli milik author.

NOTE !!!
Cerita ini hanya fiktif belaka. Bila ada karakter idol kalian yang tidak biasa itu karena tunturan peran :p. Jangan marah ke author.. marah saja ke orang lain di samping anda Hehehe

HAPPY READING

RCL Please
^^^^


IT’S OK EVEN IF IT HURTS

PART 1

ALL YUI  POV

Biarkan aku menjadi salah satu  bagian di tubuhmu yang sangat penting bagimu. Tak apa bila aku tak memiliki hati dan cintamu. Asal ada salah satu bagian pada diriku yang selalu bersamamu. Sampai kau berhenti bernafas nanti.

Aku membuka album foto itu berulang-ulang. Walaupun air mata ini berhenti menetes, aku tetap membuka halaman-halaman selanjutnya. Betapa bahagianya saat itu. Betapa aku merindukan saat itu.

Aku terhenti pada sebuah foto. Berlatar belakang air terjun yang  jatuh sangat deras. Terlihat di sana tiga manusia kecil yang sedang  tersenyum bahagia.   Salah, lebih tepatnya dua gadis yang tersenyum. Karena sang pangeran yang berdiri di tengah-tengah kedua gadis itu sedang melirik gadis di sebelah kanannya. Tangannya menggenggam erat tangan gadis itu.  Pangeran itu kau dan gadis di sebelah kanan itu Eonniku, Hyeon.

Pangeran  kecil  nan tampan itu kini sudah tumbuh menjadi lelaki dewasa. Namun wajah tampannya tak hilang sedikitpun. Dia tumbuh menjadi lelaki yang pintar juga baik bernama Key. Pangeran yang sampai kapanpun tak akan pernah memandangku sebagai seorang putri. Karena di hatinya hanya akan bertahan satu nama, hanya Hyeon, Eonniku.

“Yui, kau ada di rumah?” Terdengar langkah kaki dari pintu depan menuju ke arahku. Buru-buru aku menyimpan album foto itu ke dalam laci meja. Berlari ke kamar mandi dan mencuci mukaku.

“Ternyata kau ada di sini. aku kira kau pergi.”

“Sini aku bantu, Umma.”

Seorang wanita kira-kira berusia 50 tahun tersenyum dan mengelus kepalaku lembut. Wajahnya begitu mirip dengan Key Oppa. Tentu saja, karena ia memang Ummanya Key Oppa. Aku meletakkan barang-barang yang baru di beli Umma ke dalam kulkas. Syukurlah, Umma tak menyadari aku habis menangis.

“Key belum pulang?” Ceri Umma meminum teh yang aku buatkan untuknya sambil matanya melihat ke seluruh isi apartemen. “Kau menata apartemen ini sangat baik. Key pasti akan sangat menyukainya.”

“Ini juga karena bantuan Hyeon Eonni. Dia yang mengatur semuanya. Aku hanya membantu membersikan saja.”

“Ya, Hyeon selalu tau apa yang disukai Key.”

Aku mengikuti langkah Umma yang sedang memeriksa setiap ruangan. Hatiku bergemuruh mendengar apa yang dikatakan Umma tadi. Aku mengigit bibirku, berusaha menyingkirkan rasa sesak di dadaku.

“Apa yang kau pikirkan? Wajahmu terlihat pucat, apa kau kurang sehat?”

Segera aku menggelengkan kepalaku. “Tidak. Aku hanya sedang berfikir apa Key Oppa benar-benar mau melakukan ini? Maksudku, pertunangan ini, apa benar-benar dia menyetujuinya. Karena yang aku tau~”

“Key masih mencintai Hyeon, maksudmu?” Aku menunduk.

Dadaku makin sesak dibuatnya. Mataku mulai memanas dan aku takut akan kembali menangis. Aku mengalihkan pandanganku ke arah lain, menghapus air mataku yang jatuh diam-diam.

Umma menarik tanganku dan membawaku duduk di sofa. Aku hanya menunduk. Memandang wajah Umma sama saja seperti memandang wajah Key Oppa. Aku tau sampai kapanpun Key Oppa hanya mencintai Hyeon Eonni.

“Dengarkan aku, Key benar-benar menyetujuinya.” Umma mengangkat wajahku, matanya terlihat bersungguh-sungguh. Tapi hatiku tetap menyatakan itu semua tidak benar. “Lagipula Hyeon tak pernah mencintai Key. Buktinya sekarang Hyeon sudah menikah dengan Juna.” Aku terdiam

“Dan kau pasti bisa lihat sendiri bagaimana kesungguhan Key saat dia melamarmu? Aku juga kaget dibuatnya. Cinta Key pada Hyeon hanya cinta anak kecil. Tak usah menganggapnya serius.”

Aku memberi senyuman pada Umma. Itu bukan cinta anak kecil saja Umma. Hyeon Eonni cinta pertama Key Oppa, sampai kapanpun cinta pertama tak akan pernah dilupakan seseorang bukan?

“Ne, Umma. Aku hanya tak mau semua dilakukan karena keterpaksaan. Aku bisa tinggal di kota ini sendirian. Tak perlu Key Oppa menjadi tunanganku agar bisa menjagaku.”

“Hilangkan semua pikiran bodoh itu. Percaya pada Umma, Key sudah tak mencintai Hyeon.” Umma menepuk pundakku. “Bukankah kau harus menjemput Key di bandara?

“Hyeon Eonni dan Juna Oppa yang menjemput Key Oppa. Apartemen ini belum selesai dibereskan, Umma.”

“Ne, tapi masih ada waktu kau untuk ikut menjemputnya juga. Kau bisa ikut Umma, Umma sekarang mau menjemput Key.”

“Tidak usah Umma, lebih baik aku menyiapkan makan malam saja. Key Oppa pasti sangat lapar.” Umma hanya mengangguk dan tersenyum, mengambil kunci mobilnya dan pergi menunju bandara.
.
.
,
.
.
.

TBC  KRONIS

COMMENTNYA COBA^^


PPYONG~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar