.showpageArea a { text-decoration:underline; } .showpageNum a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageNum a:hover { border: 1px solid #cccccc; background-color:#cccccc; } .showpagePoint { color:#333; text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; background: #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageOf { text-decoration:none; padding:3px; margin: 0 3px 0 0; } .showpage a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; padding:3px; } .showpage a:hover { text-decoration:none; } .showpageNum a:link,.showpage a:link { text-decoration:none; color:#333333; }

Flash Labels by Way2Blogging

Selasa, 25 Februari 2014

KOPSI // [STRESS] LENTURKAH ANDA SAAT STREES?




 [STRESS] LENTURKAH ANDA SAAT STREES?




            Menurut Suzanne C. Kobasa dan Salvodore R. Maddi, apa yang membedakan manusia yang tetap sehat adalah kepribadian yang tegak. Mereka meyakini bahwa keteguhan jiwa akan menghadang respon fisiologikal tubuh terhadap kejadian-kejadian dalam hidup yang menegangkan sehingga mengurangi peluang untuk jatuh sakit 50 %.

Ciri-ciri manusia yang tangguh. Yaitu memiliki sikap terbuka terhadap perubahan, bertanggung jawab dalam apa saja yang dia lakukan, dan naluri untuk mengendalikan peristiwa. Mereka memperoleh nilai yang tinggi dalam hal tantangan ( memandang perubahan sebagai satu tantangan gantinya ancaman), tanggung jawab (gantinya lepas tangan), dan mengendalikan ( gantinya ketidak berdayaan).

Sebaliknya, manusia-manusia yang kurang tangguh jiwanya boleh mencoba taktik yang kurang tangguh jiwanya boleh jadi mencoba taktik menghindar dengan meminum minuman keras atau obat penenang, berlagak sakit agar dapat izin kerja, menyalahkan orang lain atau berdalih. Ini semua termasuk taktik yang justru membuat sumber stressnya masih tetap ada bahkan semakin parah. Di tengah-tengah lingkungan yang kurang menyenangkan, mereka cenderung menjadi gusar dan malu. Mereka segera hilang keseimbangan emosi dan ketenangan.

William Gladstone menjelaskan “Hanya dnegan minat yang seimbang seorang individu dapat terlindungi dari stress yang merugikan.atau ancaman ketagihan dalam suatu bidang tertentu. Kehilangan kekasih harus dihadapi dalam setiap hubungan dan kegiatan manusia. Hanya oleh melibatkan diri dalam ketiga lingkaran hidup-bekerja, kasih, dan bermain, akan memungkinkan mengurangi efek negatif peristiwa kematian pada salah satu lingkaran.

Gladstone lebih jauh mengatakan bahwa pria yang menempatkan seluruh dirinya pada lingkaran pekerjaan, tanpa menghiraukan kasih (keluarga) dan bermain (olah raga, hobi, bersosialisasi, persahabatan) mengurangi total kemampuan adaptabilitasnya. Bila dia mengartikan eksistensinya dalam ukuran prestasi kerja, dia akan menemukan jika untuk menemukan untuk alasan eksternal  (misalnya, kesehatan yang buruk) atau kebosanan, maka pekerjaannya itu akan kehilangan makna, demikian pun kehidupannya. Dia akan kehilangan gairah, binggung dan tak mampu berfungsi sebagaimana mestinya. Hal yang sama berlaku untuk lingkaran kasih dan permainan, seorang pria dan wanita yang mengartikan eksistensinya dalam bentuk hubungan kasih satu-satunya akan kehilangan gairah apabila hubungan itu terputus. Inti dari adaptabilitas normal terletak pada keseimbangan ketiga lingkaran pekerjaan, kasih dan permainan.

Sumber daya ketahanan terpadu.  Beberapa ahli telah meneliti manfaat dukungan faktor sosial seperti keluarga, sahabat, rekan sekerja, saudara seiman dan jaringan persahabatan yang lebih luas dalam melindungi seseorang dari serangan penyakit. Kekuatan dukungan ini terpaut erat dalam kepribadian seseorang dan tanggung jawabnya. Menurut berbagai studi, perlindungan yang paling kuat dari semuanya adalah keeratan yang disebut daya ketahanan terpadu, misalnya sosial, perkawinan, pekerjaan, rekreasi dan kerohanian.


Sumber : Dr. Armand T. Fabella. Anda Sanggup Menghadapi Stress

Berantas plagiaritas, cantumkan sumber bahan yang anda kutip.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar