.showpageArea a { text-decoration:underline; } .showpageNum a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageNum a:hover { border: 1px solid #cccccc; background-color:#cccccc; } .showpagePoint { color:#333; text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; background: #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageOf { text-decoration:none; padding:3px; margin: 0 3px 0 0; } .showpage a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; padding:3px; } .showpage a:hover { text-decoration:none; } .showpageNum a:link,.showpage a:link { text-decoration:none; color:#333333; }

Flash Labels by Way2Blogging

Jumat, 07 Februari 2014

[ONESHOOT] I’M SORRY, BUT I LOVE U [LEE JINKI]






TITLE            :  I’M SORRY, BUT I LOVE U

AUTHOR      : EVERG

GENRE         : MAYBE HORROR, ROMANCE

Main CAST               :
·         Lee Jinki
·         Park Eun Soo

WARNING   :
Abal-abal, GJ, DON’T LIKE DON’T READ, NO COPAS, banyak miss typo

RCL Please
^^^^

JINKI POV

Terdengar bunyi dentum kereta melintasi rel kereta di hadapanku. Aku sedang menunggu keretaku datang. Kereta yang selalu menjemputku sepulang kerja part time di restoran ayam.


Hari ini tak hujan, dan aku bersyukur atas itu. Biasanya saat aku sedih hujan akan turun. Tapi sepertinya hujan mulai tak sehati denganku.

“Hufh!” Helaan nafasku tak juga membuat beban di hatiku menjadi ringan. Pertengkaran itu kembali menyita pikiranku. Apa yang salah jika kau sangat mencintai seseorang.

[ FLASHBACK ]

“Aku ingin putus Oppa!”

Aku hanya bisa tersenyum,  memandangnya berkata seperti itu. Selalu berakhir seperti ini bila pertengkaran kembali terjadi.  “Kenapa kau begitu suka mengatakan kalimat itu? Kemarin, minggu alu bahkan  ulan lalu kalimat itu selalu meluncur dari mulutmu bila kita bertengkar.pa menurutmu setelah putus semua akan baik-baik saja?”

“Aku sudah tak tahan lagi Oppa! Tak tahan lagi!”

“Aku hanya bertanya soal namja yang bersamamu sewwaktu temanku melihat kalian sedang jalan berdua. Itu saja. Lalu kenapa kau malah meminta putus dariku?”

“Oppa sudah tak percaya lagi padaku.”

“Karena aku percaya maka aku menanyakannya. Aku tau kau tak mungkin berbuat seperti itu.”

“Itulah hal yang membuatku bosan padamu Oppa. Kau terlalu percaya padaku. Padahal aku bukanlah orang yang bisa kau percaya.”

[ FLASHBACK END ]

Aku tertawa, itu pertengkaran kami minggu lalu. Dan hari ini pun kami bertengkar. Dia menunjukkan terang-terangan perselingkuhannya di depanku. Datang ke restoran ayam tempat ku bekerja bersama seorang namja berpenampilan urakan. Saling menyuapi ayam. Mereka pura-pura tak melihatku dan meneruskan kemesraan mereka.

Ya, aku sakit melihat itu semua. Tapi lagi-lagi aku hanya bisa diam sambil meremas topiku. Bukannya malah mendatangi mereka dan membunuh namja itu. Aku bukanlah tipikal orang yang bisa marah dengan meluap-luap. Aku hanya bisa menahannya sambil memaafkan orang itu.

Aku tak percaya Eun Soo bisa melakukan itu padaku. Aku selalu percaya padanya. Aku tau dia mencintaiku. Tapi dia selalu berkata dia bukanlah orang yang bisa aku percaya. Mungkin ini lah pembuktian kata-katanya waktu itu.

Aku berusaha meyakinkan diriku ini bahwa semua hanya mimpi. Untuk itu aku menghampiri mereka yang baru saja meninggalkan restoran.

Saat aku menanyakan perselingkhan yang dia lakukan Eun Soo hanya tertawa. Mengatakan bahwa aku terlalu bodoh dan polos. Aku terlalu percaya padanya hingga membuatnya bosan. Aku selalu mengikatnya walau dia begitu ingin pergi. Dan baginya hubungan kami selama 1 tahun neraka baginya.

“Semoga setelah ini Oppa bisa berubah menjadi orang yang lebih menyenangkan. Dan jangan terlalu percaya pada orang lain. Itu membuat diri Oppa gampang dibodohi.”

Sakit, saat dia mengatakan itu. Dia pikir aku orang yang bisa begitu saja percaya? Tidak! Aku orang yang lebih sering berpikir buruk dan gampang curiga. Berapa banyak  kabar dan gosip buruk tentangnya. Berapa banyak nasihat teman-temanku untuk memutuskan hubunganku dengannya.

Tapi aku membuat telingaku tuli dan mataku buta. Karena aku mencintaimu dan kau mencintaiku. Jadi tak mungkin kau menghianatiku. Aku bisa terima kau bosan padaku. Tapi saat kau mengatakan hubungan kita selama 1 tahun ini tak ada artinya, aku tak bisa menerimanya. Tidak sama sekali!

“Apa yang membuatmu bosan padaku? Apa yang membuat aku terlihat bodoh di matamu?”

“Oppa terlalu polos dan selalu percaya apa yang aku katakan. Kau tetap menganggap aku yeoja baik-baik walaupun aku tau Oppa mendengar kabar-kabar buruk tentang aku. Aku kira Oppa akan marah, menamparku atau bahkan memutuskanku saat Oppa mendengar semuanya. Tapi Oppa malah tersenyum saat bertemu denganku, masih mencintaiku dan bahkan tak mempermasalahkan apapun. Ini hal terakhir yang aku lakukan agar Oppa membuka mata Oppa. Kalau Oppa masih tetap tak mau melepaskanku, Oppa benar-benar namja terbodoh yang aku temui.”

Aku sungguh ingin marah. Ingin menghajar namja yang merangkulmu dengan mesra. Tapi apa, aku hanya bisa terdiam melihatmu mangatakan hal seperti ini. Hanya bisa mengepalkan tanganku kuat. Namja itu memandangku melecehkan. Dia terus mengembuskan asap rokok dari rokoknya. Mengapa kau begitu betah dengan namja seperti itu, bukankah kau tak suka asap rokok?

“Lalu namja seperti apa yang kau sukai?”

“Seperti ini.” Dia mencium pipi namja itu. “Namja nakal aku suka. Namja yang tak begitu percaya  padaku. Namja yang akan marah saat melihatku bersama namja lain. Namja yang mengatakan dia cemburu padaku. Bukan namja yang hanya diam saat melihatku dengan namja lain. Dan bersama Oppa tak ada tantangan sama sekali.”

“Kau pikir aku akan meepaskanmu setelah kau melakuka ini padaku?Tidak.”

“Cih, terserah Oppa. Kau memang namja terbodoh yang pernah aku temui.”

Kau pun meninggalkanku. Aku hukan bodoh, hanya aku tak bisa kehilanganmu. Aku terlalu mencintaimu.

“Apa aku sebegitu membosankannya?” Aku pun menaiki kereta yang sudah aku tunggu dari tadi. “Hufh.”
^^^^

Sepertinya aku sudah benar-benar gila. Perkataan Eun Soo tempo hari sudah mempengaruhi otakku. Aku mulai merubah penampilanku. Mengubahku menjadi namja yang berandalan. Aku mulai jarang masuk kerja dan akhirnya aku dipecat. Aku pun bergabung dengan namja-namja berandalan lain agar aku bisa lebih mendalami menjadi sosok yang disukai Eun Soo.

“Namja seperti ini kan yang kau inginkan?” Aku memandang sosokku di cermin. Aku benar-benar bodoh melakukan hal seperti ini. Tapi rasa sakit itu mendorongku untuk menjadi seperi ini. Akan aku tunjukkan padamu Eun Soo.

^^^^

“Sudah siap semuanya?”

Aku memegang samuraiku kuat. Ini adalah pertama kalinya aku ikut berkelahi bersama gengku. Demi mempertahankan harga diri, begitu kata mereka. Dan aku merasa bersemangat saat geng lain yang akan kami serang adalah geng namja selingkuhanmu itu.

Aku menebas apa saja yang menghalangi pandanganku. Kau ingin bersama namja yang akan marah atau bahkan membunuh namja lain yang bersamamu bukan? Aku akan melakukannya. Aku akan perlihatkan padamu aku bisa membunuh namja yang merebutmu dariku. Kau lihat saja!
^^^^

“Kau membunuh Dae Han?”

Akhirnya. Akhirnya setelah sekian lama kau tak sudi bertemu denganku kau datang padaku dengan sendirinya. Dengan wajah yang pucat dan nafas yang memburu.

“Kau ingin minum kopi?”

“Jawab saja pertanyaanku!”

“Apa harus aku tunjukkan samurai yang aku gunakan saat membunuhnya? Masih aku simpan, lengkap dengan darah namjamu itu.”

“Oppa, kau benar-benar berubah!”

“Kau menyadarinya?”

“Kau benar-benar gila!”

“Kemarin kau bilang aku namja bodoh dan membosankan. Sekarang kau mengataiku namja gila. Lalu besok apa yang akan kau katakan tentang aku?”

“Oppa aku tak menyangka kau menjadi pembunuh.”

“Pembunuh? Bukankah itu tipe namja favoritmu? Kau suka kan dengan namja yang akan membunuh namja lain yang terlihat bersamamu bukan? Dan aku hanya melakukan apa yang kau katakan. Aku ingin menjadi seperti namja favoritmu itu.”

“Jangan pikir aku akan berubah pikiran dan kembali padamu setelah apa yang kau lakukan saat ini.”

“Lalu apa yang harus aku buktikan!”

“Berikan padaku berlian termahal koleksi milik gubernur. Oppa harus memberikannya pada saat aku berulang tahun. Oppa masih ingat ulang tahunkukan?”

“Apapun kemauanmu. Aku akan mengambilnya untukmu. Dan jangan salahkan aku jika hatimu kembali tercuri.”

“Jangan terlalu yakin Oppa.”
^^^^

EUN SOO POV

Hari ini tepat ulang tahunku yang ke 22. Tapi tak ada kabar dari Jinki Oppa. Entah dia berhasil mencuri berlian itu atau tidak. Lagi pua aku hanya main-main saat menantangnya waktu itu. Aku hanya ingin membuatnya benar-benar pergi dari hidupku.

Aku sangat kaget saat mendengarnya membunuh Dae Han. Setelah sekian lama tak mendengar kabarnya. Dia mengejutkanku dengan perubahannya yang drastis. Aku telah mengubahnya menjadi orang yang begitu menyeramkan.

Di hari ulang tahunku aku ingin bersantai-santai sedikit. Aku menyalakan TV dan sebuah berita membuatku terkejut. Jinki Oppa menjadi topik terpanas. Dia tertangkap polisi. Aksi mencurinya berhasil diketahui polisi. “Sudah aku duga Oppa akan gagal.” Aku tersenyum sinis melihat sosoknya yang dikerubuti begitu banyak wartawan.

Ting tong! Aku pun beralih pada pintu rumahku. Siapa yang bertamu pagi-pagi begini?

“Pagi, kiriman paket.”

“Paket? Dari siapa?”

“Di sini hanya tertulis dari sweetheart, mohon dibuka. Sang pengirim meminta kami untuk memastikan bahwa Nona sudah benar-benar membukanya.”

“BERLIAN?” BUM! Jantungku pun tiba-tiba terasa sakit. Aku pun berbaring di lantai di depan pintu rumahku. Tanganku mengambil berlian itu dan ada kertas note juga di sana.

“Terima kasih. Permisi.”

Dengan tangan bergetar aku membaca isi note itu :


Selamat ulang tahun,

Aku kembali memberikan apa yang kau inginkan. Semoga kau suka berlian itu. Apa berita yang kau tonton di pagi hari ini juga membuatmu terkejut? Hahaha! Aku namja yang penuh kejutan.

Bagaimana dengan jantungmu, apa sakit? Kurang lebih seperti itu rasa sakit yang aku rasakan selama ini. Hmm, bahkan aku rasa lebih sakit.

Hah, maaf aku menyuruh pengantar paket gadungan itu untuk menembak jantungmu di hari ulang tahunmu. Aku hanya tak ingin ada namja lain yang memilikimu. Tak mungkin kan aku membunuh namja-namja yang mendekatimu dari penjara sini.

“SELAMAT ULANG TAHUN. Saranghae. ”

Semoga kau menyukai kadoku.

                                                                                    _Your Sweetheart_


Aku hanya tersenyum miris melihat darahku yang terus mengalir deras. “I’M SORRY, BUT I LOVE YOU.” Terdengar dari TVku. Dan aku tau suara siapa itu.


THE END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar