TITLE : I’M SORRY, BUT I
LOVE U
AUTHOR : EVERG
GENRE : MAYBE HORROR, ROMANCE
Main CAST :
·
Lee
Jinki
·
Park
Eun Soo
WARNING :
Abal-abal,
GJ, DON’T LIKE DON’T READ, NO COPAS, banyak miss typo
RCL Please
^^^^
JINKI POV
Terdengar
bunyi dentum kereta melintasi rel kereta di hadapanku. Aku sedang menunggu
keretaku datang. Kereta yang selalu menjemputku sepulang kerja part time di
restoran ayam.
Hari
ini tak hujan, dan aku bersyukur atas itu. Biasanya saat aku sedih hujan akan
turun. Tapi sepertinya hujan mulai tak sehati denganku.
“Hufh!”
Helaan nafasku tak juga membuat beban di hatiku menjadi ringan. Pertengkaran
itu kembali menyita pikiranku. Apa yang salah jika kau sangat mencintai
seseorang.
[ FLASHBACK ]
“Aku
ingin putus Oppa!”
Aku
hanya bisa tersenyum, memandangnya
berkata seperti itu. Selalu berakhir seperti ini bila pertengkaran kembali
terjadi. “Kenapa kau begitu suka
mengatakan kalimat itu? Kemarin, minggu alu bahkan ulan lalu kalimat itu selalu meluncur dari
mulutmu bila kita bertengkar.pa menurutmu setelah putus semua akan baik-baik
saja?”
“Aku
sudah tak tahan lagi Oppa! Tak tahan lagi!”
“Aku
hanya bertanya soal namja yang bersamamu sewwaktu temanku melihat kalian sedang
jalan berdua. Itu saja. Lalu kenapa kau malah meminta putus dariku?”
“Oppa
sudah tak percaya lagi padaku.”
“Karena
aku percaya maka aku menanyakannya. Aku tau kau tak mungkin berbuat seperti
itu.”
“Itulah
hal yang membuatku bosan padamu Oppa. Kau terlalu percaya padaku. Padahal aku
bukanlah orang yang bisa kau percaya.”
[ FLASHBACK END ]
Aku
tertawa, itu pertengkaran kami minggu lalu. Dan hari ini pun kami bertengkar.
Dia menunjukkan terang-terangan perselingkuhannya di depanku. Datang ke
restoran ayam tempat ku bekerja bersama seorang namja berpenampilan urakan.
Saling menyuapi ayam. Mereka pura-pura tak melihatku dan meneruskan kemesraan
mereka.
Ya,
aku sakit melihat itu semua. Tapi lagi-lagi aku hanya bisa diam sambil meremas
topiku. Bukannya malah mendatangi mereka dan membunuh namja itu. Aku bukanlah
tipikal orang yang bisa marah dengan meluap-luap. Aku hanya bisa menahannya
sambil memaafkan orang itu.
Aku
tak percaya Eun Soo bisa melakukan itu padaku. Aku selalu percaya padanya. Aku
tau dia mencintaiku. Tapi dia selalu berkata dia bukanlah orang yang bisa aku
percaya. Mungkin ini lah pembuktian kata-katanya waktu itu.
Aku
berusaha meyakinkan diriku ini bahwa semua hanya mimpi. Untuk itu aku
menghampiri mereka yang baru saja meninggalkan restoran.
Saat
aku menanyakan perselingkhan yang dia lakukan Eun Soo hanya tertawa. Mengatakan
bahwa aku terlalu bodoh dan polos. Aku terlalu percaya padanya hingga
membuatnya bosan. Aku selalu mengikatnya walau dia begitu ingin pergi. Dan
baginya hubungan kami selama 1 tahun neraka baginya.
“Semoga setelah ini Oppa bisa
berubah menjadi orang yang lebih menyenangkan. Dan jangan terlalu percaya pada
orang lain. Itu membuat diri Oppa gampang dibodohi.”
Sakit,
saat dia mengatakan itu. Dia pikir aku orang yang bisa begitu saja percaya?
Tidak! Aku orang yang lebih sering berpikir buruk dan gampang curiga. Berapa
banyak kabar dan gosip buruk tentangnya.
Berapa banyak nasihat teman-temanku untuk memutuskan hubunganku dengannya.
Tapi
aku membuat telingaku tuli dan mataku buta. Karena aku mencintaimu dan kau mencintaiku.
Jadi tak mungkin kau menghianatiku. Aku bisa terima kau bosan padaku. Tapi saat
kau mengatakan hubungan kita selama 1 tahun ini tak ada artinya, aku tak bisa
menerimanya. Tidak sama sekali!
“Apa yang membuatmu bosan padaku?
Apa yang membuat aku terlihat bodoh di matamu?”
“Oppa terlalu polos dan selalu
percaya apa yang aku katakan. Kau tetap menganggap aku yeoja baik-baik walaupun
aku tau Oppa mendengar kabar-kabar buruk tentang aku. Aku kira Oppa akan marah,
menamparku atau bahkan memutuskanku saat Oppa mendengar semuanya. Tapi Oppa
malah tersenyum saat bertemu denganku, masih mencintaiku dan bahkan tak
mempermasalahkan apapun. Ini hal terakhir yang aku lakukan agar Oppa membuka
mata Oppa. Kalau Oppa masih tetap tak mau melepaskanku, Oppa benar-benar namja
terbodoh yang aku temui.”
Aku
sungguh ingin marah. Ingin menghajar namja yang merangkulmu dengan mesra. Tapi
apa, aku hanya bisa terdiam melihatmu mangatakan hal seperti ini. Hanya bisa
mengepalkan tanganku kuat. Namja itu memandangku melecehkan. Dia terus
mengembuskan asap rokok dari rokoknya. Mengapa kau begitu betah dengan namja
seperti itu, bukankah kau tak suka asap rokok?
“Lalu namja seperti apa yang kau
sukai?”
“Seperti ini.” Dia
mencium pipi namja itu. “Namja nakal aku
suka. Namja yang tak begitu percaya
padaku. Namja yang akan marah saat melihatku bersama namja lain. Namja
yang mengatakan dia cemburu padaku.
Bukan namja yang hanya diam saat melihatku dengan namja lain. Dan bersama Oppa
tak ada tantangan sama sekali.”
“Kau pikir aku akan meepaskanmu
setelah kau melakuka ini padaku?Tidak.”
“Cih, terserah Oppa. Kau memang
namja terbodoh yang pernah aku temui.”
Kau
pun meninggalkanku. Aku hukan bodoh, hanya aku tak bisa kehilanganmu. Aku
terlalu mencintaimu.
“Apa
aku sebegitu membosankannya?” Aku pun menaiki kereta yang sudah aku tunggu dari
tadi. “Hufh.”
^^^^
Sepertinya
aku sudah benar-benar gila. Perkataan Eun Soo tempo hari sudah mempengaruhi
otakku. Aku mulai merubah penampilanku. Mengubahku menjadi namja yang
berandalan. Aku mulai jarang masuk kerja dan akhirnya aku dipecat. Aku pun
bergabung dengan namja-namja berandalan lain agar aku bisa lebih mendalami
menjadi sosok yang disukai Eun Soo.
“Namja
seperti ini kan yang kau inginkan?” Aku memandang sosokku di cermin. Aku benar-benar
bodoh melakukan hal seperti ini. Tapi rasa sakit itu mendorongku untuk menjadi
seperi ini. Akan aku tunjukkan padamu Eun Soo.
^^^^
“Sudah
siap semuanya?”
Aku
memegang samuraiku kuat. Ini adalah pertama kalinya aku ikut berkelahi bersama
gengku. Demi mempertahankan harga diri, begitu kata mereka. Dan aku merasa
bersemangat saat geng lain yang akan kami serang adalah geng namja
selingkuhanmu itu.
Aku
menebas apa saja yang menghalangi pandanganku. Kau ingin bersama namja yang
akan marah atau bahkan membunuh namja lain yang bersamamu bukan? Aku akan
melakukannya. Aku akan perlihatkan padamu aku bisa membunuh namja yang
merebutmu dariku. Kau lihat saja!
^^^^
“Kau
membunuh Dae Han?”
Akhirnya.
Akhirnya setelah sekian lama kau tak sudi bertemu denganku kau datang padaku
dengan sendirinya. Dengan wajah yang pucat dan nafas yang memburu.
“Kau
ingin minum kopi?”
“Jawab
saja pertanyaanku!”
“Apa
harus aku tunjukkan samurai yang aku gunakan saat membunuhnya? Masih aku
simpan, lengkap dengan darah namjamu itu.”
“Oppa,
kau benar-benar berubah!”
“Kau
menyadarinya?”
“Kau
benar-benar gila!”
“Kemarin
kau bilang aku namja bodoh dan membosankan. Sekarang kau mengataiku namja gila.
Lalu besok apa yang akan kau katakan tentang aku?”
“Oppa
aku tak menyangka kau menjadi pembunuh.”
“Pembunuh?
Bukankah itu tipe namja favoritmu? Kau suka kan dengan namja yang akan membunuh
namja lain yang terlihat bersamamu bukan? Dan aku hanya melakukan apa yang kau
katakan. Aku ingin menjadi seperti namja favoritmu itu.”
“Jangan
pikir aku akan berubah pikiran dan kembali padamu setelah apa yang kau lakukan
saat ini.”
“Lalu
apa yang harus aku buktikan!”
“Berikan
padaku berlian termahal koleksi milik gubernur. Oppa harus memberikannya pada
saat aku berulang tahun. Oppa masih ingat ulang tahunkukan?”
“Apapun
kemauanmu. Aku akan mengambilnya untukmu. Dan jangan salahkan aku jika hatimu
kembali tercuri.”
“Jangan
terlalu yakin Oppa.”
^^^^
EUN SOO POV
Hari
ini tepat ulang tahunku yang ke 22. Tapi tak ada kabar dari Jinki Oppa. Entah
dia berhasil mencuri berlian itu atau tidak. Lagi pua aku hanya main-main saat
menantangnya waktu itu. Aku hanya ingin membuatnya benar-benar pergi dari
hidupku.
Aku
sangat kaget saat mendengarnya membunuh Dae Han. Setelah sekian lama tak
mendengar kabarnya. Dia mengejutkanku dengan perubahannya yang drastis. Aku
telah mengubahnya menjadi orang yang begitu menyeramkan.
Di
hari ulang tahunku aku ingin bersantai-santai sedikit. Aku menyalakan TV dan
sebuah berita membuatku terkejut. Jinki Oppa menjadi topik terpanas. Dia
tertangkap polisi. Aksi mencurinya berhasil diketahui polisi. “Sudah aku duga
Oppa akan gagal.” Aku tersenyum sinis melihat sosoknya yang dikerubuti begitu
banyak wartawan.
Ting tong! Aku
pun beralih pada pintu rumahku. Siapa
yang bertamu pagi-pagi begini?
“Pagi,
kiriman paket.”
“Paket?
Dari siapa?”
“Di
sini hanya tertulis dari sweetheart, mohon dibuka. Sang pengirim meminta kami
untuk memastikan bahwa Nona sudah benar-benar membukanya.”
“BERLIAN?”
BUM! Jantungku pun tiba-tiba terasa sakit. Aku pun berbaring di lantai di depan
pintu rumahku. Tanganku mengambil berlian itu dan ada kertas note juga di sana.
“Terima
kasih. Permisi.”
Dengan
tangan bergetar aku membaca isi note itu :
Selamat
ulang tahun,
Aku
kembali memberikan apa yang kau inginkan. Semoga kau suka berlian itu. Apa
berita yang kau tonton di pagi hari ini juga membuatmu terkejut? Hahaha! Aku
namja yang penuh kejutan.
Bagaimana
dengan jantungmu, apa sakit? Kurang lebih seperti itu rasa sakit yang aku
rasakan selama ini. Hmm, bahkan aku rasa lebih sakit.
Hah,
maaf aku menyuruh pengantar paket gadungan itu untuk menembak jantungmu di hari
ulang tahunmu. Aku hanya tak ingin ada namja lain yang memilikimu. Tak mungkin
kan aku membunuh namja-namja yang mendekatimu dari penjara sini.
“SELAMAT
ULANG TAHUN. Saranghae. ”
Semoga
kau menyukai kadoku.
_Your
Sweetheart_
Aku
hanya tersenyum miris melihat darahku yang terus mengalir deras. “I’M SORRY,
BUT I LOVE YOU.” Terdengar dari TVku. Dan aku tau suara siapa itu.
THE END




Tidak ada komentar:
Posting Komentar