.showpageArea a { text-decoration:underline; } .showpageNum a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageNum a:hover { border: 1px solid #cccccc; background-color:#cccccc; } .showpagePoint { color:#333; text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; background: #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageOf { text-decoration:none; padding:3px; margin: 0 3px 0 0; } .showpage a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; padding:3px; } .showpage a:hover { text-decoration:none; } .showpageNum a:link,.showpage a:link { text-decoration:none; color:#333333; }

Flash Labels by Way2Blogging

Rabu, 12 Februari 2014

YOU DONT KNOW // PART 1

FOREWORD^^
Setelah sekian lama folder ini tak terbuka akhirnya aku meneruskannya

Ff req adiasti, semoga suka ya
Maaf untuk orang-orang yang aku pinjam namanya di sini ;p
Maaf lama
Ditunggu commentnya..


TITLE            :  [REQ FF] YOU DONT KNOW // PART 1

AUTHOR      : EVERG

GENRE         : ROMANCE, OOC, FRIENSHIP

RATING        : PG 17

MAIN CAST             :
·         THUNDER MBLAQ as THUNDER

·         ADIASTY as PARK AH JUNG

SUPPORT CAST     :
LIAT SENDIRI

WARNING   :
Karakter tokoh di sini berbeda jauh dari aslinya, Abal-abal, DONT LIKE DONT READ, NO COPAS, banyak miss typo

READ my FF and give me your FEEDBACK  about this FF

DISCLAIMER          :
 FF ini milik ku. Bukan hasil tambal sulam dari author lain. Hasil pertapaan yang panjang dan hasilnya tetap seperti ini.

RCL Please
 

-HAPPY READING-
^^^

Lagi-lagi kepolisian berhasil membongkar gudang tempat produksi narkoba terbesar ke tiga di ASIA. Dan ini sudah kedua kalinya Polisi berhasil menangkap para produsen barang haram itu yang terkenal sulit diendus. Berikut adalah keterangan dari ketua Tim.

Kami berhasil menangkap para pelaku dan juga pemilik gudang produksi narkoba terbesar ketiga di ASIA ini. Dan untuk selanjutnya akan kami pastikan kasus selanjutnya yang selama ini belum terungkap, akan segera bernasib sama. Terima kasih.

Setelah tayangan berita di pagi buta itu selesai seseorang mematikan layar televisinya kemudian melempar remotenya ke dinding. 3 orang yang kini berada di sampingnya menunduk dan mengucapkan maaf berulang-ulang.

Apa pembelaan kalian mengenai ini? Bukankah sudah aku perintahkan untuk membereskan orang itu segera? Terdengar kembali suara barang yang pecah di ruangan itu.
^^^

YOU DONT KNOW

PART 1

Kantin yang riun bertambah riuh saat seorang gadis berjalan dengan tergesa-gesa memasuki kantin lalu wajahnya berubah menjadi sangat cerah saat menangkap sosok 3 gadis yang sedang  berada di sebuah meja yang tak jauh dari posisinya sekarang. Beberapa kali tubuhnya menyenggol orang-orang yang dilewatinya. Walau dari beberapa orang yang tak sengaja disenggolnya itu menggerutu, tak menghilangkan senyum lebar di wajahnya.

Tiga gadis yang sedang makan dengan tenang tiba-tiba terlonjak kaget. Saat gadis yang baru saja datang menghampirinya menggebrak meja mereka begitu saja. Membuat ketiga gadis itu menatapnya dengan geram, sedang gadis yang lain hanya menggelengkan kepalanya. Gadis yang baru saja datang itu hanya memberikan cengiran sambil berbisik mianhae.

Kau ingin membuatku mati? Ucap gadis bermata sipit  Mae Ri- yang terbatuk sambil terus meminum air mineral miliknya. Gadis yang baru datang itu menggaruk pelan kepalanya sambil merengut. Terdengar decakan diantara mereka.

Tumben sekali kau datang ke kantin ini? Bukankah jadwalmu di jam makan siang seperti ini adalah membuntuti namja tanpa bayangan itu? Ketus Min Young sahabatnya yang lain-. Min Young menusuk paha ayam di piringnya dengan brutal lalu memasukkan daging ayam itu ke dalam mulutnya dengan mata melotot ke arah si gadis. Gadis yang baru datang itu sempat sulit menelan ludahnya melihat tatapan ketiga sahabatnya, namun segera senyumnya kembali terkembang saat mengingat alasannya datang menemui mereka.

Kalian tau tidak? Lagi-lagi gadis itu menggebrak meja. Min Young yang hendak memberi pelajaran pada gadis itu segera ditahan oleh Mae Ri.

Yak, Park Ah Jung! Tak sekalian saja kau lempar meja ini, hah! Aishh, Min Young menunjukkan kepalan tangannya, lalu kembali duduk dengan sebal. Gadis yang dipanggil Park Ah Jung meletakkan telunjuknya di bibirnya saat melihat pandangan sebagian penghuni kantin tertuju pada mereka. Sedangkan Min Young membalasnya dengan pandangan siapa yang lebih dulu melakukan keributan di sini-

Ah Jung menarik kursi lalu mendudukkan dirinya di kursi itu. Meminta sahabat-sahabatnya untuk mendekatkan wajah mereka ke arah Ah Jung. Ah Jung menarik nafas dalam. Ia menatap mata sahabat-sahabatnya satu per satu. Aku dan Thunder berpacaran. Bisik Ah Jung saat sahabat-sahabatnya mendekat ke arahnya.

Mwo! Seketika Min Young terpekik. Ah Jung menutup matanya saat merasakan mie goreng yang sedang dikunyah Min Young mendarat di wajahnya. Hwe Ji gadis yang lebih tenang dari sahabat-sahabatnya itu- memberikan sehelai tisu pada Ah Jung. Kepalamu terbentur? Otakkmu tertukar? Bagian mana yang terasa sakit? Min Young mengguncang tubuh Ah Jung dengan brutal. Dan lagi-lagi ada mie yang tersembur dan menempel di wajah Ah Jung.

Dengan susah payah Ah Jung melepaskan tangan Min Young dari bahunya. Ketiga sahabatnya itu pun menatap Ah Jung dengan lekat. Ah Jung berdeham melihat dirinya ditatap begitu. Seperti saran kalian, aku akhirnya memberanikan diriku untuk menyatakan perasaanku padanya. Dengan usaha yang kuat akhirnya aku berhasil menaklukkannya. Ah Jung mengangkat tinjunya ke udara sambil tertawa. Min Young dan Mae Ri menggeleng.

Aku saja terkejut saat tahu siapa yang kau sukai. Bagaimana wajah Thunder saat kau menyatakan perasaanmu? Ditanya seperti itu Ah Jung menghela nafasnya. Hah, aku tahu tak ada ekspresi lain selain ini dan ini. Min Young tertawa keras sambil menirukan ekspresi wajah Thunder. Datar dan datar.

Tapi setidaknya kau akhirnya berani mengungkapkan perasaanmu padanya. Kau melepaskan label secret admirer sekarang. Hwe Ji tersenyum kecil. Ah Jung menepuk bahu Hwe Ji.

Apakah setelah ini kau akan melakukan seperti Ah Jung juga, hm? tanya Mae Ri yang segera dijawab Hwe Ji dengan gelenggan.

Ada kalanya aku ingin menyimpannya saja selamanya. Melihatnya dari kejauhan, hanya bisa membisikkan I Love You di belakang punggungnya aku kira itu sudah cukup.

Kau melakukan lebih dari itu. cibir Min Young.

Tapi, saat di dalam sini semakin lama semakin penuh seakan hendak meledak, aku pun memberanikan diriku. Aku sempat bermimpi buruk tentang dia, tentang jawaban yang akan diucapkan padaku. Namun saat aku membayangkan dia dimiliki gadis lain, aku tak bisa menerimanya. Dan endingnya, aku dan Thunder jadian~! Yeay`! Teriakan dan suara tawa Ah Jung berbaur dengan suara bising kantin.

Semoga ini bukan sebuah pemainan saja. Mae Ri berbicara sambil memakan kentang goreng miliknya. Kalian taukan desas desus tentang Thunder. Semuanya mengangguk kecuali Ah Jung. Ah Jung mendesis kecil saat Min Young menjitak kepalanya. Ketika Ah Jung malah diam-diam meminum lemon tea milik Ah Jung.

Gosip yang mana lagi? Ah Jung tau benar semua desas-desus yang baginya semua itu hanya gosip. Bagi Ah Jung yang adalah penggagum nomor satu Thunder, stalker setianya. Desas-desus itu hanya bentuk rasa iri terhadap Thundernya. Thunder yang adalah salah satu mahasiswa jenius di universitasnya, dengan berbagai kegiatan dan penghargaan yang diterima Thunder selama ini. Dan juga kepribadian Thunder yang tak banyak bicara dan bisa dibilang tak bisa ditebak. Membuat desas-desus itu bisa begitu saja dipercaya orang-orang.

Bisa saja kau hanya dijadikan pengalih perhatian dari gosip bahwa dia homo. Mae Ri berbisik di kata terakhir. Ah Jung menutup mulutnya. Hampir saja lemon tea yang berada dimulutnya menyembur ke luar. Dia terkenal namja yang suka menolak para gadis yang menyatakan cinta padanya bukan? Dan seseorang yang selalu terlihat bersama Thunder setiap waktu adalah, dagu Mae Ri terangkat ke arah Min Young. Min Young hanya berkata Mwo. Bersama Taeminmu. Ucap Mae Ri, Hwe Ji mengangguk.

Apa yang kalian maksudkan dengan Taeminku? Min Young menggerakkan kedua tangannya membentuk tanda kutip untuk kata Taeminku. Mae Ri, Hwe Ji dan Ah Jung tersenyum kecil sambil menaik turunkan alis mereka. Kalian gila? Sejak kapan aku tertarik pada namja itu. Min Young memutar kedua bola matanya.

Seorang Thunder yang dengan mudah menolak para gadis, malah menerima seorang sepertimu? Itu benar-benar tidak masuk akal. Tambah Mae Ri. Membuat Ah Jung memanyunkan bibirnya. Juga- Sebelum Mae Ri melanjutkan perkataannya, Ah Jung lebih dulu memasukkan empat buah kentang goreng ke dalam mulut Mae Ri. Membuat suasana kembali riuh.

Aku percaya pada Thunder. Ah Jung tersenyum lebar sambil menatap satu per satu sahabat-sahabatnya itu. Saat Mae Ri hendak membuka suara lagi, Hwe Ji menyentuh lengan Mae Ri. Mereka pun mengucapkan selamat sambil meminta Ah Jung untuk membayar makan siang mereka saat ini.

Thunder, apakah yang dikatakan Ah Jung benar? Tanya seorang namja berkemeja kotak-kotak merah pada Thunder. Meja mereka terletak tak begitu jauh dari meja Ah Jung dan sahabat-sahabatnya. Thunder tak berkata apapun, pandangannya fokus pada laptop di hadapannya.

Wah, kau harus mentraktirku. Ternyata tipemu seperti itu, Namja yang lain yang juga bersama Thunder tersenyum lebar sambil bertepuk tangan. Matanya melirik ke arah Ah Jung dan sahabat-sahabatnya. Sayang sekali, telinganya tak hanya menangkap soal Ah Jung dan Thunder yang berpacaran. Senyumnya seketika menghilang, helaan nafas panjangpun dihembuskannya.
^^^
Gimana?
Ditunggu commentnya
makasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar